Beranda Daerah Pemprov Jateng Targetkan 2026 Jadi Tahun “Take Off” Pembangunan Pro-Rakyat

Pemprov Jateng Targetkan 2026 Jadi Tahun “Take Off” Pembangunan Pro-Rakyat

Infrastruktur kita siapkan agar 2026 bisa menjadi tahun percepatan program yang lebih menyentuh kepentingan rakyat,

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Foto:pemprov)

SEMARANG, Jatengnews.id  — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan tahun 2026 sebagai fase “take off” pembangunan dengan menitikberatkan pada penguatan investasi dan program-program yang berpihak langsung kepada kepentingan rakyat.

Target tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyusul capaian kinerja makro sepanjang 2025, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen dan realisasi investasi mencapai Rp 66,1 triliun hingga triwulan III 2025.

Baca juga: Pemprov Jateng Gandeng 44 Kampus untuk Perkuat Program Gubernur

“Tentu kita belum puas dengan capaian selama 2025. Sepuluh bulan ini kita fokus menyiapkan roadmap dan blueprint pembangunan Jawa Tengah. Infrastruktur kita siapkan agar 2026 bisa menjadi tahun percepatan program yang lebih menyentuh kepentingan rakyat,” ujar Ahmad Luthfi.

Pernyataan itu disampaikan usai acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (31/12/2025).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, serta seluruh kepala OPD dan BUMD.

Ahmad Luthfi menjelaskan, arah pembangunan Jawa Tengah telah digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sepanjang 2025, Pemprov Jateng memprioritaskan penyiapan fondasi pembangunan, terutama infrastruktur sumber daya manusia, jalan dan sarana prasarana, pertanian, serta infrastruktur pendukung investasi.

“Kalau infrastruktur sudah kita siapkan di 2025, maka 2026 Jawa Tengah memiliki dasar yang kuat untuk mendukung program strategis pemerintah pusat, khususnya swasembada pangan. Kita proyeksikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penopang industri nasional,” tuturnya didampingi Taj Yasin.

Dari sisi kesejahteraan, Ahmad Luthfi menyebutkan terjadi penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen sepanjang 2025. Penurunan tersebut didukung oleh pengendalian tingkat pengangguran dan perluasan kesempatan kerja.

Serapan tenaga kerja dari investasi padat karya selama 2025 tercatat mendekati 335 ribu orang.

Baca juga: Pemprov Jateng Berangkatkan 73 Jiwa Transmigran ke Empat Provinsi

Sementara itu, realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2025 mencapai Rp 66,1 triliun, seiring pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen.

Memasuki 2026, penguatan iklim investasi akan menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Jateng.

“Investasi harus kita genjot agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD dan PAD. Dengan infrastruktur yang sudah disiapkan, percepatan pembangunan di Jawa Tengah akan semakin tinggi,” tegasnya.(02)

Exit mobile version