KARANGANYAR, Jatengnews.id – Kampoeng Banana Krezz di Karangpandan, Karanganyar, terus berkembang menjadi salah satu pusat oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Tawangmangu dan sekitarnya. Produk unggulannya, Banana Krezz, kini mencatat produksi hingga 1.000 boks per hari.
Pemilik sekaligus pengelola Kampoeng Banana Krezz, Aris Munandar, mengatakan usaha tersebut berawal dari melimpahnya pisang Bawen khas Tawangmangu yang memiliki rasa manis, legit, dan kadar air rendah.
Baca juga: Nikmatnya Citarasa Premium Kopi Liar Khas Desa Ngargoretno
“Pisang Bawen ini sangat cocok diolah. Dari situ kemudian lahir produk Banana Krezz,” kata Aris, Kamis (1/1/2026).
Aris menjelaskan, Banana Krezz merupakan pisang goreng dengan balutan kulit pastry yang mulai diproduksi pada akhir masa pandemi Covid-19. Pada awal penjualan, produksi hanya sekitar 300 boks per hari.
“Sekarang rata-rata sudah mencapai 1.000 boks per hari. Saat akhir pekan dan libur sekolah bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ujarnya.
Saat ini, Kampoeng Banana Krezz telah memiliki lima gerai di wilayah Karanganyar. Gerai dengan tingkat kunjungan tertinggi berada di jalur wisata Tawangmangu–Karangpandan.
Selain Banana Krezz, Kampoeng Banana juga mengembangkan berbagai produk olahan pisang lainnya, seperti Chili Banana, Pisang Genit, dan keripik pisang. Banana Krezz sendiri tersedia dalam lima varian rasa, yakni original, durian, sukari, ubi, dan cokelat, dengan harga sekitar Rp25.000 per boks berisi enam potong.
Baca juga: Menikmati Segarnya Es Sagwan Minuman Legendaris Khas Tegal
Sementara itu, Humas Kampoeng Banana Krezz, Aji Sudarsono, mengatakan pengembangan produk tersebut bertujuan membangun identitas oleh-oleh khas Karanganyar.
“Kami ingin ketika orang datang ke Karanganyar, yang diingat adalah Banana Krezz. Seperti halnya Jogja dengan bakpia,” ucap Aji.
Ia menambahkan, seluruh produk Kampoeng Banana Krezz dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai Rp20.000 hingga Rp50.000, guna menjangkau wisatawan dari berbagai kalangan.(02)
