29 C
Semarang
, 5 Januari 2026
spot_img

Pemkot Semarang Perluas Bantuan Bisaroh 2026, Jumlah Penerima Naik 56,7 Persen

Pada tahun 2026, jumlah penerima Bisaroh Pemkot Semarang meningkat tajam sebesar 56,7 persen, dari 6.572 penerima pada 2025 menjadi 10.297 penerima.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang mengawali tahun anggaran 2026 dengan kebijakan pro-rakyat yang menyentuh langsung akar rumput.

Bertepatan dengan Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (3/1/2025), Pemkot Semarang resmi mengumumkan perluasan jangkauan bantuan operasional pelayan umat (Bisaroh).

Baca juga: Jelantah Bernilai, Kreativitas Pelajar Dipuji Pemkot Semarang

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan, Pada tahun 2026, jumlah penerima Bisaroh Pemkot Semarang meningkat tajam sebesar 56,7 persen, dari 6.572 penerima pada 2025 menjadi 10.297 penerima.

Bantuan ini menyasar pendidik keagamaan, pengelola rumah ibadah, perawat jenazah, hingga pelayan umat lintas agama yang berperan menjaga harmoni sosial dan kerukunan warga Kota Semarang.

Penerima Bisaroh Naik Signifikan

“Penambahan penerima ini adalah wujud kehadiran pemerintah daerah bagi para pelayan umat yang selama ini menjaga nilai ketuhanan, moral, dan persaudaraan di tingkat paling dasar masyarakat,” ujar Iswar.

Selaras Tema HAB ke-80 Kemenag

Iswar menegaskan kebijakan ini selaras dengan tema besar HAB Kementerian Agama ke-80, “Umat Rukun, Indonesia Maju.” Menurutnya, stabilitas dan kedamaian Kota Semarang tidak terlepas dari peran para pelayan umat di lingkungan masing-masing.

“Pemkot Semarang berkomitmen menghadirkan kebijakan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat. Sinergi dengan Kemenag akan terus kami perkuat agar manfaatnya semakin dirasakan warga,” katanya.

Baca juga: Lebih Modern, Pemkot Semarang Kenalkan AUTO SIMPATIK

Perkuat Ekosistem Sosial-Keagamaan

Selain meningkatkan kesejahteraan, Pemkot Semarang berharap momentum HAB ke-80 menjadi refleksi untuk terus membangun ekosistem sosial-keagamaan yang inklusif, rukun, dan berkeadilan di Kota Semarang.

“Ini esensi Hari Amal Bhakti, menghargai pengabdian dan menjaga persaudaraan sebagai fondasi pembangunan Kota Semarang,” pungkas Iswar. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN