SEMARANG, Jatengnews.id – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Wonosobo akan menggelar Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) untuk memilih ketua umum masa bakti 2026–2030. Muskablub dijadwalkan berlangsung di Aula Bawaslu Wonosobo, Jumat (9/1/2026).
Keseriusan penyelenggaraan Muskablub ditunjukkan melalui audiensi Bidang Organisasi KONI dan Pengkab Pertina Wonosobo dengan Pengprov Pertina Jawa Tengah di Kota Semarang, Senin (5/1/2026). Rombongan diterima langsung Ketua Umum Pengprov Pertina Jateng Kairul Anwar.
Baca juga: Pertina Jateng Beri Bonus Petinju Peraih Emas Kejurnas Palu, Bukti Apresiasi atas Prestasi Gemilang
Ketua Karteker Pengkab Pertina Wonosobo, Fuadi Diantoro, mengatakan Muskablub digelar sebagai upaya menata kembali organisasi agar pembinaan cabang olahraga tinju di Wonosobo dapat berlanjut.
“Langkah ini sebagai komitmen kami mengikuti Porprov 2026 cabang tinju, karena ada lima petinju Wonosobo yang sudah lolos. Sayang jika harus absen hanya karena organisasinya terhenti,” kata Fuadi.
Menurutnya, Muskablub akan diikuti perwakilan dari tiga sasana tinju yang masih aktif, yakni Warrior Boxing Camp, Macan Candi Boxing Camp, dan Putra Sindoro Tambi Boxing Camp.
“Pertina periode sebelumnya tidak menggelar Muskab. Atas permintaan sasana, KONI kemudian meng-handle dan mengkarteker untuk menggelar Muskablub,” ujarnya.
Fuadi menambahkan, aspirasi sasana saat ini mengerucut pada satu nama calon ketua, yakni Mantep Abdul Ghoni.
“Semoga Muskablub ini menjadi titik balik Pertina Wonosobo agar lebih baik dan berkembang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Pertina Jateng Kairul Anwar mengapresiasi langkah cepat KONI dan Pertina Wonosobo dalam mengaktifkan kembali organisasi.
Baca juga: 207 Petinju Bersaing Babak Kualifikasi Porprov Jateng 2026
“Salah satu syarat petinju bisa tampil di Porprov adalah kepengurusan Pertina kabupaten/kota masih aktif,” katanya.
Kairul juga meminta pengurus Pertina kabupaten/kota yang masa baktinya berakhir pada 2025 untuk segera menggelar muskab atau muskot.
“Selain Wonosobo, ada Batang, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Salatiga yang masa kepengurusannya berakhir,” pungkasnya.(02)




