SEMARANG, Jatengnews.id – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digulirkan Pemerintah Kota Semarang kembali menunjukkan hasil konkret di lapangan. Salah satunya dirasakan langsung oleh Suyono, warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, yang kini dapat menempati rumah layak bersama keluarganya.
Dalam waktu kurang dari dua pekan, rumah Suyono yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan telah berubah menjadi hunian yang aman dan nyaman. Perubahan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Baca juga : Angin Barat Hantam Pesisir, Pemkot Semarang Siapkan Bantuan dan Solusi Ekonomi Nelayan
“Alhamdulillah, sekarang rumah sudah layak ditempati. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota dan Pemkot Semarang. Bantuan ini sangat membantu kami,” tutur Suyono yang juga merupakan Ketua RT setempat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan rehabilitasi RTLH senilai Rp20 juta kepada Suyono dalam kegiatan “Temu Warga Lokal” di Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1). Menurutnya, program RTLH bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan bagian dari strategi besar peningkatan kesejahteraan warga.
“Hunian yang layak adalah fondasi kehidupan keluarga. Program RTLH ini berkaitan erat dengan pengurangan kemiskinan, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan lingkungan, hingga penataan wilayah pesisir,” ujar Agustina.
Sepanjang tahun 2025, Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah merehabilitasi sebanyak 1.013 unit RTLH di berbagai kecamatan. Upaya tersebut akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan target tambahan sekitar 900 unit rumah.
Selain menyerahkan bantuan RTLH, kunjungan kerja Wali Kota di wilayah Semarang Utara juga diisi dengan peninjauan betonisasi Jalan Lodan, peresmian Posyandu Minasari Bandarharjo, pengecekan IPAL Kampung Mangut, serta penyaluran bantuan pangan bagi nelayan Tambak Mulyo yang terdampak angin barat.
Melalui dialog terbuka bersama warga dalam agenda Temu Warga Lokal, Pemkot Semarang memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.
Baca juga : Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Cegah Tawuran untuk Remaja Bandarharjo
“Kami berkomitmen agar tidak ada lagi warga Kota Semarang yang tinggal di rumah tidak layak dan berisiko bagi kesehatan maupun keselamatan keluarga,” pungkas Agustina. (03)






