
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan aplikasi digital “Si Dia Baik” milik Badan Amal Kasih Kristiani (Bakkris) Provinsi Jawa Tengah. Inovasi ini dihadirkan sebagai upaya mewujudkan pengelolaan aksi sosial yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Peluncuran aplikasi dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta Sekda Jateng Sumarno pada acara puncak perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (9/1/2026) malam.
Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Hotel dan Destinasi Wisata Ramah Muslim
Berdasarkan laporan panitia penyelenggara, dana amal yang berhasil dihimpun melalui Bakkris Provinsi Jawa Tengah hingga saat ini mencapai sekitar Rp590 juta. Dana tersebut telah dan akan disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan bagi warga terdampak bencana, serta program sosial lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kepedulian umat Kristiani yang telah berkontribusi membantu masyarakat melalui Bakkris.
“Inilah bentuk suatu kepedulian, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat lain. Oleh karena itu, sekali lagi saya atas nama gubernur mengucapkan terima kasih,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, gagasan pembentukan aplikasi tersebut berawal dari diskusi dengan paguyuban umat Kristiani beberapa bulan lalu.
“Beberapa bulan yang lalu, paguyuban umat Kristiani menemui saya untuk membicarakan bagaimana mengumpulkan sebagian harta umat Kristiani yang ada di Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin.
Ia menjelaskan, aplikasi “Si Dia Baik” dibuat khusus untuk melayani ASN Pemprov Jateng yang beragama Kristiani, sebagai sarana menyalurkan sebagian rezekinya bagi kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita luncurkan aplikasi tersebut untuk melayani kawan-kawan ASN yang Kristiani di Pemprov. Ini untuk menyalurkan sebagian hartanya demi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, khususnya yang Kristiani,” katanya.
Taj Yasin berharap, inisiatif serupa juga dapat dilakukan oleh umat beragama lain di Jawa Tengah.
“Saling empati, bahwa kita harus sejahtera bersama. Itu yang harus kita upayakan,” tegasnya.
Baca juga: Pemprov Jateng Gandeng 44 Kampus untuk Perkuat Program Gubernur
Ketua Panitia Peluncuran Aplikasi “Si Dia Baik” Bakkris Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan bahwa digitalisasi sistem Bakkris merupakan wujud nyata akuntabilitas dalam pengelolaan dana amal.
“Meskipun ini amal, tetapi harus kita lakukan dengan cermat, sehingga dana yang ada bisa kita optimalkan untuk masyarakat Jawa Tengah, khususnya yang membutuhkan,” jelas Hanung.
Ia menambahkan, aplikasi tersebut juga menjadi bentuk kepedulian ASN Pemprov Jateng di luar praktik persepuluhan yang selama ini telah dilakukan oleh umat Kristiani.(02)