Beranda Daerah Permukiman Terendam, DPR RI Desak Perbaikan Sipon di Demak

Permukiman Terendam, DPR RI Desak Perbaikan Sipon di Demak

Banjir Demak menggenangi permukiman dan sawah. Simak penyebab dan upaya perbaikan yang diminta Anggota DPR RI.

Kondisi sipon di wilayah Demak tampak sempit dan tersumbat sampah, menghambat aliran air hingga memicu genangan yang merendam permukiman dan area persawahan warga. (Foto:Sam)
Kondisi sipon di wilayah Demak tampak sempit dan tersumbat sampah, menghambat aliran air hingga memicu genangan yang merendam permukiman dan area persawahan warga. (Foto:Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Permukiman warga dan area persawahan di Dukuh Kedung Banteng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, kembali terendam banjir.

Kondisi tersebut mendorong Anggota DPR RI Jamaludin Malik mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar segera melakukan perbaikan saluran air atau sipon yang berada di wilayah Kecamatan Gajah.

Jamaludin menilai, sipon yang ada saat ini sudah tidak layak dan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Selain dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi, fungsi sipon yang tidak optimal membuat aliran air tersendat hingga meluap ke permukiman dan lahan pertanian warga.

Baca juga : Banjir Demak Rendam 7 Desa Akibat Tanggul Jebol

“Kalau tahun-tahun kemarin banjirnya karena tanggul yang jebol, tetapi tahun ini dampaknya karena sipon ini,” ujar Jamaludin, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, sipon tersebut memiliki ukuran yang sempit dan kecil sehingga tidak mampu menampung debit air sesuai kondisi saat ini. Akibatnya, air tidak dapat mengalir secara maksimal dan menggenangi sawah serta rumah warga.

“Saya juga tahu dari teman-teman media bahwa sipon ini peninggalan zaman Belanda dan sudah tidak layak. Karena sempit dan kecil, akhirnya menghambat saluran air, sehingga harus dibantu dengan pompa,” jelasnya.

Untuk mengurangi genangan, pompa air terpaksa dioperasikan tanpa henti selama lebih dari satu pekan. Langkah ini dilakukan agar air yang merendam persawahan dan permukiman dapat segera surut.

“Pompa ini selama seminggu lebih tidak berhenti. Terus memompa agar sawah dan permukiman tidak terus terendam,” katanya.

Jamaludin pun menegaskan perlunya solusi cepat dan konkret dari pemerintah pusat. Menurutnya, perbaikan sipon tidak boleh ditunda, terlebih Sungai Wulan yang menjadi aliran utama di wilayah tersebut telah dinormalisasi.

“Ini harus ada solusi segera, jangan ditunda-tunda. Sungai Wulan juga sudah dinormalisasi, jadi siponnya harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Ia berharap Kementerian PU segera merealisasikan pembangunan atau perbaikan sipon tersebut. Selain itu, Jamaludin juga meminta Kepala BNPB yang sebelumnya telah meninjau lokasi agar dapat berkoordinasi secara intensif guna mempercepat penanganan banjir.

Baca juga : Bupati Demak Beri Bantuan Korban Banjir Mranggen – Sayung

“Saya sebagai anggota DPR RI menyampaikan aspirasi masyarakat Demak agar sipon ini segera dibuat. Semoga Menteri PU dan Pak Kepala BNPB bisa berkomunikasi dengan baik, menyampaikan kondisi di lapangan, supaya segera direalisasikan dan tidak ada lagi permukiman dan sawah di wilayah ini yang terendam,” pungkasnya. (03)

Exit mobile version