Beranda Daerah Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanamkan Nilai Isra’ Mi’raj kepada Siswa SDN Babadan...

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanamkan Nilai Isra’ Mi’raj kepada Siswa SDN Babadan 1

Mahasiswa KKN UIN Walisongo menerapkan pendekatan edukasi keagamaan yang komunikatif dan partisipatif.

KKN UIN Walisongo peringati isra miraj di SD Babadan 01
Mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo Semarang Posko 03 bersama siswa dan guru SDN Babadan 1 usai kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (22/01/2026) (Foto: Dok KKN).

Batang, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-21 UIN Walisongo Semarang Posko 03 menghadirkan suasana baru dalam pembelajaran keagamaan di SD Negeri Babadan 1, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (22/01/2026).

Mahasiswa KKN mengemas kegiatan ini dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo menerapkan pendekatan edukasi keagamaan yang komunikatif dan partisipatif.

Mereka tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga mengajak siswa berdialog, bermain, dan mengaitkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj dengan kehidupan sehari-hari.

Selama ini, SDN Babadan 1 rutin melaksanakan kegiatan keagamaan melalui berbagai metode, seperti pemutaran film edukatif, permainan bernuansa Islami, dan tausiyah dari penceramah luar.

Kehadiran mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo menambah variasi pembelajaran dengan menekankan interaksi dua arah dan keterlibatan aktif siswa.

Pendekatan tersebut membuat suasana pembelajaran lebih hidup dan meningkatkan antusiasme peserta didik.

Siswa terlihat lebih berani bertanya dan aktif mengikuti rangkaian kegiatan.

Salah satu guru keagamaan SDN Babadan 1 mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo menghadirkan suasana dan semangat baru. Siswa mendapatkan materi keagamaan yang disampaikan secara ramah, komunikatif, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah sebelumnya pernah menerima program KKN dari universitas lain, namun belum secara khusus mengangkat pembelajaran keagamaan berbasis nilai-nilai Islam.

“Kali ini siswa mendapatkan penguatan keagamaan yang lebih terarah,” tambahnya.

Ketua panitia kegiatan, Fajar Mahmudah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melengkapi program keagamaan sekolah yang telah berjalan.

Mahasiswa berupaya menghadirkan inovasi tanpa menggantikan program yang sudah ada.

“Kami ingin menghadirkan suasana dan semangat baru dengan pendekatan yang sesuai dengan latar belakang kami sebagai mahasiswa UIN,” jelas Fajar.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan dan nilai keislaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo Posko 03 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan keagamaan di Desa Babadan.

Selain itu, mereka juga mendorong terbangunnya sinergi berkelanjutan antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap, model pembelajaran partisipatif ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di sekolah dan daerah lain.

Exit mobile version