25 C
Semarang
, 3 Februari 2026
spot_img

Rano Karno Terpikat Keindahan Kota Lama Semarang, Siap ‘Contek’ Rahasia Sukses Agustina Wilujeng

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung bagaimana Ibu Kota Jawa Tengah berhasil menyulap bangunan tua menjadi destinasi wisata unggulan

SEMARANG, Jatengnews.id – Kawasan Kota Lama Semarang kian mempertegas posisinya sebagai kiblat pengelolaan cagar budaya nasional. Pada Sabtu (31/1/2026), Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut kunjungan strategis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, untuk membedah rahasia sukses revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung bagaimana Ibu Kota Jawa Tengah berhasil menyulap bangunan tua menjadi destinasi wisata unggulan yang hidup dan bernilai ekonomi tinggi.

Sinergi Membangun Warisan Budaya

Agustina Wilujeng menegaskan bahwa keberhasilan Kota Lama bukan sekadar soal perbaikan fisik, melainkan hasil dari rangkaian panjang proses yang konsisten.

“Kunjungan ini menjadi ruang bagi kita untuk saling belajar. Kami tidak hanya mempertahankan struktur bangunan bersejarah, tetapi juga menghidupkan Kota Lama sebagai kawasan wisata urban yang lestari,” jelas Agustina.

Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ruang bersejarah yang berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah harus merangkul semua pihak, mulai dari pemangku kepentingan hingga pelaku ekonomi kreatif, agar revitalisasi memiliki dampak jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Wagub untuk belajar bersama. Sinergi yang kuat adalah nyawa dari revitalisasi ini,” imbuhnya.

Kemiripan Struktur Kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno mengungkapkan alasan kuat di balik pilihannya mengunjungi Semarang. Ia melihat adanya kemiripan karakter antara Kota Tua Jakarta dengan Kota Lama Semarang.

“Kami ingin menjalin kerja sama sekaligus memetik pelajaran berharga dari Semarang. Jakarta sedang fokus membenahi Kota Tua, dan kami melihat Semarang telah sukses menghidupkan bangunan bersejarahnya menjadi ikon wisata yang luar biasa,” puji Rano Karno.

Semarang Jadi Percontohan Nasional

Langkah kolaboratif ini semakin memperkokoh posisi Semarang sebagai kota percontohan dalam pengelolaan pariwisata berbasis budaya di Indonesia. Agustina berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem heritage dengan membangun jejaring antarwilayah dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Ia berambisi menjadikan Semarang sebagai pusat konservasi budaya yang adaptif terhadap tuntutan ekonomi modern tanpa menghilangkan akar sejarahnya. (01).

“Saya berharap kolaborasi Semarang dan Jakarta ini memicu wilayah lain di Indonesia untuk lebih peduli pada sejarah mereka. Semarang siap menjadi mitra strategis bagi siapa pun yang ingin mewujudkan kawasan bersejarah yang hidup dan menyejahterakan masyarakat,” pungkas Agustina. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN