30 C
Semarang
, 11 Februari 2026
spot_img

Pengasuh Pesantren Apresiasi Dukungan Pemprov Jateng untuk Pendidikan Tahfidz

Kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan pesantren

PEKALONGAN, Jatengnews.id  – Sejumlah pengasuh pondok pesantren menilai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan dukungan nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, khususnya di lingkungan pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan, Habib Ali, menyampaikan hal tersebut saat Wisuda Tahfidh Qur’an di pesantrennya, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, dukungan Pemprov Jateng terlihat melalui pemberian tali asih (bisyarah) kepada santri penghafal Al-Qur’an serta kehadiran langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam berbagai kegiatan keagamaan di pesantren.

“Kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan pesantren,” ujar Habib Ali.

Ia berharap ilmu yang diperoleh santri selama menimba pendidikan di pesantren dapat membawa keberkahan di dunia dan akhirat.

Dalam kegiatan tersebut, tiga santri penghafal Al-Qur’an 30 juz menerima bisyarah dari Pemprov Jateng, yakni Ahmad Ro’in Tuqotullah, Siti Aisyah, dan Nurul Musthofi’ah.

Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin juga menghadiri Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Asma Chusna, Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Pada kesempatan itu, ia menyerahkan tali asih kepada 16 santri penghafal Al-Qur’an.

Pengasuh Pondok Pesantren Asma Chusna, Zufar Mubarok, mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Jateng yang dinilai dekat dengan kalangan pesantren.

“Beliau hadir bukan hanya sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai tokoh pesantren,” katanya.

Sementara itu, Taj Yasin mengatakan pemberian bisyarah merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan pesantren sekaligus ikhtiar menghadirkan keberkahan dalam pengelolaan APBD Jawa Tengah.

“Pemerintah memberikan bisyaroh kepada orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an supaya APBD Jawa Tengah berkah,” ujar Gus Yasin.

Ia mendorong para santri untuk terus melanjutkan hafalan dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an, karena nilai-nilainya dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng memberikan tali asih senilai Rp1 juta untuk setiap penghafal Al-Qur’an. Sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025, bantuan tersebut telah disalurkan kepada 1.041 santri di berbagai daerah dan akan kembali dilanjutkan pada 2026.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN