Beranda Daerah Kasus Nipah Muncul di India, Dinkes Jateng Minta Warga Waspada dan Jaga...

Kasus Nipah Muncul di India, Dinkes Jateng Minta Warga Waspada dan Jaga Pola Konsumsi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menegaskan virus Nipah tergolong berbahaya karena belum memiliki obat khusus.

Kadinkes Jateng Yunita Dyah Suminar
Kadinkes Jateng Yunita Dyah Suminar (Foto:kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus Nipah, menyusul munculnya kembali kasus virus mematikan tersebut di India. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, langkah pencegahan dini dinilai perlu dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menegaskan virus Nipah tergolong berbahaya karena belum memiliki obat khusus. Namun demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tetap waspada.

“Berperilaku hidup bersih dan sehat, jaga imunitas. Nipah itu virus dan memang belum ada obatnya. Yang penting masyarakat waspada, apalagi yang melakukan perjalanan ke luar negeri,” kata Yunita kepada Jatengnews.id di Kantor Gubernur Jateng, Kamis (5/2/2026).

Yunita menjelaskan, salah satu potensi penularan virus Nipah berasal dari makanan, terutama buah-buahan yang tidak terjamin kebersihannya. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih selektif dalam mengonsumsi buah.

“Sekarang jangan sembarang makan buah. Kalau ada buah jatuh biasanya diambil, sekarang jangan. Kalau beli buah ya harus dibersihkan dulu,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Jateng telah menyebarluaskan informasi pencegahan virus Nipah melalui berbagai media. Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Pencegahannya di Jawa Tengah kami sampaikan lewat media, dan setiap kabupaten/kota juga diminta memberikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Yunita mengakui deteksi dini virus Nipah cukup menantang karena gejalanya mirip dengan penyakit umum seperti flu, sehingga berpotensi membuat masyarakat lengah.

“Gejalanya mirip flu. Jadi kalau flu jangan dianggap enteng. Kalau gejalanya memberat, segera ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Ia menyebutkan, gejala awal virus Nipah meliputi demam, pusing, dan nyeri tubuh, yang sekilas menyerupai flu biasa maupun COVID-19.

“Tanda-tandanya seperti demam, pusing, nyeri badan, seperti orang flu. Iya, mirip Covid-19,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Yunita memastikan belum ada kasus virus Nipah di Jawa Tengah maupun di Indonesia. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah.

“Kasusnya belum ada, jangan sampai ada,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan tambahan, Dinkes Jateng juga mengimbau masyarakat membatasi perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara yang melaporkan adanya kasus virus Nipah.

“Makanya hati-hati kalau ke luar negeri. Kalau bisa, di Indonesia saja dulu,” pungkas Yunita.(02)

Exit mobile version