Beranda Daerah Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meriahkan Selapanan Fatayat NU Desa Kepuh

Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meriahkan Selapanan Fatayat NU Desa Kepuh

Selapanan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di masyarakat Desa Kepuh.

KKN UIN WS gelar selapanan dan pengajian
Mahasiswi KKN MIT 21 UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Fatayat NU Ranting Desa Kepuh dalam kegiatan Selapanan dan pengajian, Kamis (30/1/2026) (Foto: Dok KKN).

Batang, JatengNews.id – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) 21 UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dalam kegiatan Selapanan sekaligus pengajian Fatayat NU Ranting Desa Kepuh yang digelar di Dukuh Tegalwareng, Desa Kepuh, Kabupaten Batang, Kamis (30/1/2026).

Kegiatan dihadiri oleh anggota Fatayat NU, ibu-ibu Muslimat NU, warga sekitar, serta mahasiswi KKN MIT 21 UIN Walisongo yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian acara.

Selapanan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di masyarakat Desa Kepuh.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kepuh yang mengajak seluruh jamaah menjadikan pengajian sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta melestarikan tradisi keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid dan lantunan shalawat bersama yang dipimpin secara bergantian oleh anggota Fatayat NU.

Dalam sesi tersebut, mahasiswi KKN MIT 21 UIN Walisongo turut berpartisipasi aktif dengan melantunkan shalawat dan memainkan rebana bersama ibu-ibu Muslimat NU Ranting Desa Kepuh.

Kolaborasi ini menciptakan suasana yang semakin hidup dan penuh semangat. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan nuansa religius yang khidmat sekaligus mempererat hubungan antara Fatayat NU dan generasi muda.

Salah satu mahasiswi KKN MIT 21 UIN Walisongo, Najmuddin, mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang bisa ikut serta dalam Selapanan Fatayat NU ini. Selain menambah pengalaman, kami juga merasa lebih dekat dengan masyarakat dan belajar langsung tentang tradisi keagamaan di Desa Kepuh,” ujarnya.

Agenda berikutnya diisi dengan tausiyah yang disampaikan secara mendalam dan penuh makna.

Para mahasiswi KKN mengikuti tausiyah dengan khidmat serta memperoleh tambahan wawasan keagamaan sebagai bekal selama menjalani pengabdian di desa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat.

Anggota Fatayat NU, ibu-ibu Muslimat, warga, dan mahasiswi KKN saling berbincang dan berbagi pengalaman, sehingga terjalin komunikasi yang semakin akrab dan harmonis.

Keterlibatan mahasiswi KKN MIT 21 UIN Walisongo dalam Selapanan Fatayat NU Ranting Desa Kepuh tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswi KKN turut berkontribusi menjaga tradisi keagamaan sekaligus menghadirkan semangat baru dalam kegiatan sosial-keagamaan di Desa Kepuh.

Exit mobile version