
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di bidang pelayanan kesehatan.
Komitmen tersebut ditandai dengan diraihnya Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada jumlah perusahaan terbanyak dalam waktu singkat.
Penghargaan MURI diterima langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan disaksikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Acara berlangsung di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2/2026).
Rekor tersebut diraih setelah Pemkot Semarang berhasil menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.200 pekerja dari 53 perusahaan hanya dalam kurun lima hari, yakni pada 26–30 Januari 2026. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi RSUP Dr. Kariadi, Dinas Kesehatan, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Seluruh data hasil pemeriksaan langsung terintegrasi ke dalam platform nasional Satu Sehat.
Wali Kota Agustina Wilujeng menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari sinergi lintas sektor yang solid. Ia menegaskan bahwa kecepatan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam memberikan layanan kesehatan yang merata bagi para pekerja.
“Dalam waktu singkat, kami bisa menjangkau puluhan perusahaan. Ini bukti kerja bersama antara Pemkot, dinas terkait, dan RS Kariadi yang berjalan efektif,” ujar Agustina.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Kesehatan RI yang terus mendorong pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis hingga menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit sejak dini. Menurutnya, deteksi awal akan mengurangi beban biaya pengobatan sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.
“Menjaga kesehatan itu jauh lebih murah dan lebih baik daripada mengobati saat sudah sakit. Kalau hasilnya menunjukkan perlu pengobatan, pemerintah sudah menyiapkan layanan dan obat gratis,” jelas Menkes.
Menanggapi hal tersebut, Agustina memastikan Pemkot Semarang memberi perhatian serius pada tindak lanjut hasil pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan harus segera mendapatkan penanganan.
Bulan K3 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak bisa dipisahkan dari kesehatan pekerja. Pemeriksaan kesehatan terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong pencegahan penyakit, meningkatkan produktivitas, serta menjamin perlindungan kesehatan jangka panjang.
Ke depan, Pemkot Semarang berharap dunia usaha semakin aktif berperan dalam menjaga kesehatan tenaga kerja melalui sistem layanan kesehatan yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan. (03)