
DEMAK, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak (Dinputaru) terus menggencarkan pembersihan saluran drainase yang tersumbat di sejumlah titik wilayah Kota Demak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir sekaligus menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinputaru Demak, Andi Erwin Prasetyo, melalui pendamping lapangan Fahmi Lintang Panungkas, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan drainase telah dimulai sejak 2024 dan masih berlanjut hingga tahun ini.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun kemarin dan pada tahun ini masih kami lanjutkan. Kami menyisir saluran-saluran yang mengalami sedimentasi cukup parah serta tersumbat sampah,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan pembersihan, Jumat (13/2/2026).
Saat ini, pembersihan difokuskan di kawasan Demak Kota, meliputi pengangkatan endapan lumpur, sedimentasi, serta sampah rumah tangga yang menghambat aliran air. Adapun pengerjaan dipusatkan di sepanjang Jalan Sultan Fatah, mulai dari depan SMP Negeri 1 Demak hingga kawasan Terminal Demak.
“Pengerjaan dimulai dari Jalan Sultan Fatah depan SMP 1 sampai Terminal. Kemungkinan masih banyak titik lain yang bisa kita jangkau,” jelas Fahmi.
Proses pembersihan dilakukan secara manual oleh petugas. Endapan lumpur di dasar saluran diambil menggunakan ember, kemudian diangkat ke permukaan secara bertahap. Lumpur dan sampah yang terkumpul selanjutnya dimuat ke dalam mobil operasional untuk dibuang ke lokasi penampungan yang telah ditentukan. Metode manual dipilih karena dinilai lebih efektif menjangkau saluran sempit dan titik-titik yang sulit diakses alat berat.
Selain pembersihan rutin, Dinputaru juga melakukan pemetaan titik-titik saluran yang kurang berfungsi optimal. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi drainase seperti semula, sehingga aliran air dapat mengalir lancar hingga ke Sipon Katonsari.
“Rencana langkah berikutnya, seluruh saluran akan kami kembalikan ke kondisi optimal. Harapannya, air bisa mengalir lancar sampai ke sipon Katonsari tanpa hambatan,” tambahnya.
Fahmi menegaskan, persoalan drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, karena menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan.
Selain meminimalkan potensi banjir, saluran yang bersih juga dapat menekan risiko penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) yang kerap meningkat saat musim hujan.
“Kesadaran bersama sangat penting. Kami berharap warga ikut menjaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saluran tetap bersih dan tidak menjadi sarang penyakit,” pungkasnya.
Melalui program pembersihan drainase yang berkelanjutan ini, Pemkab Demak berharap persoalan genangan di kawasan perkotaan dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. (03)