Beranda Daerah Stunting Tegal Turun, Kader Diperkuat

Stunting Tegal Turun, Kader Diperkuat

hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting Kabupaten Tegal turun menjadi 15,9 persen dari sebelumnya 28 persen pada 2021.

Pelatihan kader posyandu dan TPK
Pelatihan kader posyandu dan TPK (Foto:ist)

TEGAL, Jatengnews.id  – Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal, Rabu (11/2/2026).

Penata Kependudukan dan KB DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Cecilia Sri Rahayu, menyebut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting Kabupaten Tegal turun menjadi 15,9 persen dari sebelumnya 28 persen pada 2021.

“Penurunan signifikan ini merupakan hasil konvergensi OPD dan peran aktif kader, baik Posyandu maupun TPK,” ujarnya.

Pelatihan yang difasilitasi Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal ini menekankan enam pesan kunci perubahan perilaku, mulai dari konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, kelas ibu hamil, edukasi PMBA, pemantauan tumbuh kembang di Posyandu, cuci tangan pakai sabun, hingga penggunaan jamban sehat.

Fasilitator YSKK, Kang Sure, berharap peningkatan kapasitas kader dapat memperkuat edukasi kepada sasaran primer.

“Tiga pesan yang masih perlu ditingkatkan pemahamannya adalah minum tablet tambah darah, cuci tangan pakai sabun, dan penggunaan jamban sehat,” pungkasnya.(02)

Exit mobile version