
KUDUS, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Kelas Karyawan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengambil langkah nyata untuk meningkatkan keamanan warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus. Mereka menggelar kerja bakti sekaligus memasang lampu penerangan jalan di lingkungan RW 03.
Program ini berawal dari hasil observasi Mochamad Saeful, mahasiswa KKN UPGRIS, yang menemukan minimnya cahaya di sejumlah titik jalan desa. Kondisi gelap tersebut berpotensi memicu kecelakaan dan gangguan keamanan pada malam hari.
Gotong Royong Perbaiki Fasilitas Desa
Mahasiswa menjalankan agenda ini secara bertahap selama dua pekan:
23 – 25 Januari 2026: Pembuatan tiang penerangan jalan.
29 Januari – 1 Februari 2026: Penentuan titik lokasi dan pemasangan tiang.
2 – 4 Februari 2026: Pemasangan instalasi listrik hingga lampu menyala sempurna.
Kegiatan kerja bakti mengawali program ini sejak pagi hari. Mahasiswa bersama warga membersihkan ranting pohon yang menghalangi jalan serta mengumpulkan sampah. Tidak hanya kaum bapak, para pemuda dan ibu-ibu juga antusias membantu proses pembersihan lingkungan.
Apresiasi dari Pemerintah Desa dan Warga
Kepala Desa Klaling, H. Sahri, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang sukses menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih. Penambahan penerangan jalan memang sudah lama menjadi kebutuhan warga. Sekarang masyarakat bisa lebih nyaman beraktivitas pada malam hari,” ungkap H. Sahri.
Senada dengan Pak Kades, Siti Aminah, salah satu warga setempat, mengaku merasa lebih tenang saat anak-anak pergi mengaji di malam hari karena jalanan sudah terang benderang.
Edukasi Lingkungan Berkelanjutan
Selain bantuan fisik, mahasiswa KKN UPGRIS juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air, terutama saat musim hujan. Mereka mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan terhindar dari genangan.
Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat ini membuktikan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kunci utama pembangunan desa yang bersih, aman, dan nyaman. (01).