SEMARANG, Jatengnews.id – Momen Valentine tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi pasangan kekasih, tetapi juga membawa berkah melimpah bagi para pedagang di Pasar Bunga Kalisari. Pasar yang berlokasi di kawasan ikonik Kampung Pelangi ini mulai diserbu pengunjung sejak pagi buta.
Para pedagang mengaku penjualan bunga melonjak drastis seiring tingginya permintaan buket dari pembeli yang ingin merayakan hari kasih sayang.
Dominasi Remaja dan Tren Buket Custom
Edi, salah satu karyawan toko bunga di kawasan tersebut, merasakan langsung dampak positif ini. Ia mengungkapkan bahwa pendapatan tokonya meningkat berkali-kali lipat jika dibandingkan hari biasa.
“Kalau hari biasa biasanya sepi, bahkan pernah tidak terjual satu pun. Tapi waktu Valentine ini, pesanan jauh lebih banyak dan ramai,” ujar Edi.
Meskipun pembeli datang dari berbagai kalangan, Edi mencatat bahwa remaja mendominasi pasar tahun ini. Menariknya, jumlah pembeli laki-laki dan perempuan cenderung seimbang. Mereka tidak hanya membeli bunga satuan, tetapi juga memesan buket custom yang cantik.
Mawar Jadi Primadona, Harga Tetap Terjangkau
Bunga mawar tetap menyandang status sebagai primadona saat Valentine. Berikut adalah rincian harga yang ditawarkan pedagang di Kalisari diantaranya, Bunga Mawar: Rp10.000 per tangkai. Bunga Krisan & Jenis Lain: Rp5.000 per tangkai dan Buket Bunga Custom: Mulai dari Rp50.000 (termasuk wrapping paper dan hiasan).
“Pembeli bisa memesan sesuai anggaran mereka. Kalau mau yang simpel pakai kertas hias, mulai dari 50 ribu rupiah sudah dapat,” tambah Edi.
Lonjakan pesanan ini tentu berdampak langsung pada kantong pedagang. Dalam sehari saat momen Valentine, Edi mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah.
“Selama Valentine, pendapatan minimal sejuta rupiah atau bahkan lebih. Paling tinggi bisa menyentuh 2,5 juta rupiah dalam sehari,” ungkapnya sumringah.
Namun, keuntungan besar ini datang dengan tantangan tersendiri. Edi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk merangkai pesanan yang menumpuk. Ia menyiagakan tokonya mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB demi melayani pelanggan.
Terkait kenaikan harga, Edi menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena harga dari tingkat petani di daerah Bandungan juga mengalami kenaikan menjelang hari kasih sayang. Meski begitu, para pedagang tetap optimis karena momen ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menarik pelanggan baru. (01).
