Beranda Lifestyle Cuan Manis! Penjualan Dapur Cokelat Semarang Melejit 100 Persen Saat Valentine

Cuan Manis! Penjualan Dapur Cokelat Semarang Melejit 100 Persen Saat Valentine

Dimas Nurhidayat, Mahasiswa Magang dari Unimus

foto ilustrasi cokelat
Ilustrasi foto cokelat di Semarang saat Valentine. (Foto: AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Perayaan Valentine setiap 14 Februari tidak sekadar menjadi momen berbagi kasih sayang. Bagi pelaku usaha, hari ini adalah ladang berkah yang nyata. Salah satunya dialami oleh Dapur Cokelat cabang Semarang yang mencatat lonjakan penjualan hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.

Sebagai salah satu brand toko kue dan cokelat terkemuka di Indonesia, Dapur Cokelat rutin meluncurkan koleksi khusus bertajuk “Valentine Collection” untuk menyambut antusiasme pelanggan.

Koleksi Spesial Chocolate Collection

Putro, perwakilan Dapur Cokelat cabang Semarang, menjelaskan bahwa pihaknya selalu menyiapkan produk eksklusif di setiap perayaan hari kasih sayang.

“Kami menghadirkan produk khusus berupa Chocolate Collection di setiap event Valentine,” jelas Putro.

Produk yang didominasi oleh perpaduan dark chocolate dan cokelat manis ini menyasar berbagai segmen pasar. Pelanggan bisa membawa pulang cokelat cantik ini dengan harga yang sangat kompetitif, mulai dari belasan ribu hingga Rp200.000.

Strategi Pemasaran “Gempur” Luring dan Daring

Keberhasilan Dapur Cokelat mencetak rekor penjualan tak lepas dari strategi pemasaran yang agresif. Mereka bergerak serentak di jalur luring (offline) maupun daring (online).

Jalur Luring: Tim outlet Semarang aktif menyebarkan flyer dan memberikan informasi langsung kepada pelanggan setia (loyal customers).

Jalur Daring: Mereka memanfaatkan fitur Story WhatsApp dan promosi masif melalui akun Instagram resmi Dapur Cokelat.

Demi melayani antusiasme pembeli yang membeludak, Dapur Cokelat Semarang tetap menjaga jam operasional konsisten mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB setiap hari.

Sejarah Cokelat: Dari Inggris Hingga Jadi Simbol Kasih Sayang

Mengapa cokelat begitu identik dengan Valentine? Tradisi ini ternyata berakar dari Inggris pada abad ke-19.

Adalah Richard Cadbury, tokoh industri cokelat yang menjadi pionir pemasaran cokelat dalam kemasan berbentuk hati pada tahun 1861. Ia merancang kemasan cantik berhias gambar Cupid dan bunga mawar yang juga berfungsi sebagai kotak kenang-kenangan untuk menyimpan surat cinta.

Sejak saat itu, cokelat menjelma menjadi simbol kasih sayang yang tak terpisahkan dari Valentine. Bagi Dapur Cokelat Semarang, tradisi yang telah bertahan ratusan tahun ini merupakan momentum emas yang selalu mereka nantikan setiap bulan Februari. (01).

Exit mobile version