
BLORA, Jatengnews.id – Kesadaran akan kesehatan mandiri kini semakin meningkat di Desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Pada Jumat (13/02/2026), Kader PKK Desa Seso bersama mahasiswa KKN UPGRIS menggelar aksi kreatif dengan menyulap galon bekas menjadi media tanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Berikut adalah detail kegiatan yang menginspirasi warga untuk mandiri secara kesehatan dan pangan:
Kolaborasi Kreatif Mahasiswa dan Masyarakat
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Seso ini melibatkan kader PKK, Sekretaris Desa, serta masyarakat setempat. Tining Wiswati, mahasiswa RPL KKN UPGRIS, turut mengambil peran aktif dalam menggerakkan warga untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan.
Para peserta tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga menunjukkan sisi kreativitas mereka. Mereka menyulap galon bekas air mineral menjadi pot tanaman yang cantik.
Proses pembuatan media tanam aktif: Peserta memotong dan membentuk galon sesuai kreativitas. Warga mengecat pot agar terlihat menarik dan memiliki nilai estetika. Setelah cat kering, peserta mengisi pot dengan campuran tanah, kompos, dan sekam dan peserta menanam bibit herbal seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan daun sirih.
TOGA: Solusi Sehat dan Murah di Pekarangan
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan budidaya tanaman berkhasiat untuk memenuhi kebutuhan obat alami secara mandiri. Selain berfungsi sebagai “apotek hidup”, TOGA juga mampu mempercantik pekarangan dan membuka peluang usaha bagi warga.
Budidaya ini tergolong sangat praktis. Masyarakat bisa menggunakan pot atau polybag di lahan yang terbatas. Penggunaan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang secara aktif akan meningkatkan kualitas serta mempercepat pertumbuhan tanaman.
“Kami berharap budidaya TOGA ini tidak berhenti di sini saja. Warga harus mulai mempraktikkan dan menyosialisasikan penanaman ini di lingkungan masing-masing,” pesan Ngatmin, istri Kepala Desa Seso.
Manfaat Nyata bagi Desa Seso
Melalui aksi ini, para penggerak PKK dan mahasiswa UPGRIS menargetkan tiga manfaat utama:
Kesehatan Mandiri: Menyediakan bahan obat tradisional yang mudah dijangkau.
Lingkungan Bersih: Mengurangi sampah plastik dengan mendaur ulang galon bekas.
Ekonomi Kreatif: Menumbuhkan kreativitas warga dalam mengolah barang bekas menjadi media tanam bernilai ekonomi.
Kini, kebun TOGA yang tersusun rapi di Balai Desa Seso menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutannya, para peserta berkomitmen melakukan perawatan tanaman secara bergiliran. (01).