
SEMARANG, Jatengnews.id – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan apresiasi atas pelaksanaan Lomba Jaksa Garda Desa/Kelurahan (JAGA DESA) yang dinilai mampu memperkuat tata kelola keuangan di tingkat kelurahan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota atau Pemerintah Kota Semarang bersama Kejaksaan Negeri Kota Semarang tersebut menjadi bentuk komitmen dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk jajaran Kejaksaan serta perwakilan organisasi perangkat daerah.
Agustina menegaskan bahwa kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan publik. Menurutnya, kualitas tata kelola di tingkat kelurahan sangat menentukan wajah pemerintahan di mata masyarakat.
“Kelurahan adalah ruang paling dekat antara pemerintah dan warga. Karena itu, pengelolaan administrasi dan keuangan harus tertib, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Program JAGA DESA sendiri merupakan inisiatif Kejaksaan Republik Indonesia yang bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam mengawal pembangunan desa dan kelurahan. Melalui pendampingan langsung dari aparat kejaksaan, pemerintah daerah berharap potensi kesalahan administrasi maupun pengelolaan anggaran dapat ditekan.
Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Bahkan, ke depan jumlah pelaksanaan lomba direncanakan akan ditambah menjadi dua kali dalam setahun agar proses pembinaan berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen membantu kelurahan dalam aspek administrasi dan keuangan, terutama mengingat keterbatasan sumber daya manusia di lapangan. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal.
Lomba JAGA DESA mencakup tiga kategori, yakni Lomba Entry Data Aplikasi JAGA DESA/Kelurahan, Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan Kelurahan, serta Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa/Kelurahan. Penilaian dilakukan secara bertahap mulai tingkat kota, provinsi, hingga nasional oleh tim pusat Kejaksaan RI.
Melalui ajang ini, Pemkot Semarang berharap seluruh kelurahan semakin termotivasi untuk mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan anggaran. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat kepercayaan publik dan mewujudkan Semarang yang semakin hebat dan bermartabat. (03)