Beranda Daerah Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, KKN UIN Walisongo Hadirkan Edukasi Interaktif di...

Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, KKN UIN Walisongo Hadirkan Edukasi Interaktif di SD 02 Dlisen

Edukasi “Aku Jaga Tubuhku” tingkatkan kesadaran perlindungan diri anak sejak dini di Kecamatan Limpung, Batang.

KKN UIN Walisongo diskusi interaktif kekerasan seksual
Mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo bersama siswa SD 02 Dlisen usai penyuluhan “Aku Jaga Tubuhku” tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Dok KKN).

Batang, Jawa Tengah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-21 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan penyuluhan pencegahan kekerasan seksual pada anak di SD 02 Dlisen, Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan bertema “Aku Jaga Tubuhku: Tubuhku Milikku” ini diikuti seluruh siswa dan guru sebagai upaya meningkatkan kesadaran perlindungan diri sejak dini.

Penyuluhan dikemas secara interaktif dan edukatif dengan materi yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh sembarang orang, perbedaan sentuhan aman dan tidak aman, cara mengatakan “tidak”, serta pentingnya melapor kepada guru atau orang tua ketika mengalami situasi tidak nyaman.

Tim KKN juga mengajak siswa menyanyikan lagu edukasi tentang perlindungan diri agar pesan lebih mudah diingat.

Untuk meningkatkan partisipasi, mahasiswa memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif bertanya dan terlibat dalam sesi diskusi.

Sebagai bentuk penguatan pesan, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan bingkai edukasi bertema “Aku Jaga Tubuhku” yang dirancang khusus oleh mahasiswa.

Bingkai tersebut memuat pesan perlindungan diri sebagai pengingat visual bagi siswa.

Kepala SD 02 Dlisen, Upit Chutiani, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menilai edukasi perlindungan diri sangat penting diberikan sejak usia sekolah dasar.

“Dengan pendekatan yang menyenangkan dan tidak menakutkan, anak-anak menjadi lebih paham cara melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya.

Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan KKN MIT-21 UIN Walisongo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian anak untuk bersuara jika menghadapi situasi yang tidak aman.

“Kami ingin setiap anak memahami bahwa tubuh mereka adalah hak milik mereka dan mereka berhak merasa aman. Kami juga ingin memperkuat peran guru dan orang tua sebagai pelindung pertama bagi anak,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo berkomitmen mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Exit mobile version