Beranda Daerah Jateng Kejar Target Jalan Mantap 94 Persen Jelang Mudik Lebaran 2026

Jateng Kejar Target Jalan Mantap 94 Persen Jelang Mudik Lebaran 2026

Capaian ini merupakan hasil kerja keras sepanjang tahun 2025, di mana Pemprov Jateng menuntaskan pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai titik strategis.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika meninjau perbaikan Jalan Pengaran Semarang-Demak
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika meninjau perbaikan Jalan Pengaran Semarang-Demak (Foto:pemprov)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu perbaikan infrastruktur jalan demi menyambut arus mudik Lebaran 2026. Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan majunya jadwal Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng mencatat 94 persen dari total 1.440 kilometer jalan provinsi kini dalam kondisi mantap.

Capaian ini merupakan hasil kerja keras sepanjang tahun 2025, di mana Pemprov Jateng menuntaskan pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai titik strategis. Angka 94 persen tersebut menjadi modal utama bagi Jawa Tengah sebagai simpul utama pergerakan kendaraan pemudik secara nasional.

Meski sebagian besar jalan dalam kondisi prima, tim di lapangan tetap bekerja ekstra. Hingga 24 Februari 2026, petugas terus mengejar perbaikan ribuan titik lubang jalan sebelum masa angkutan Lebaran tiba.

Data menunjukkan, dari 16.942 titik lubang yang terdata sejak awal Januari hingga akhir Februari 2026, tim teknis telah berhasil menutup 14.071 lubang. Meski lubang baru kerap muncul akibat faktor cuaca, Dinas PUPR berkomitmen menuntaskan sisa 3.779 titik yang ada dalam waktu singkat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya saat meresmikan dua paket preservasi jalan di Temanggung, Senin (23/2/2026). Ia meresmikan ruas Parakan (Temanggung)–Patean (Kendal) sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp15,29 miliar, serta ruas Wonosobo–Dieng (Banjarnegara) sepanjang 3,925 kilometer senilai Rp9,75 miliar.

“Kami menganggarkan infrastruktur jalan ini pada 2025. Jalan-jalan ini merupakan bagian dari ribuan kilometer jalan provinsi yang telah kami tingkatkan kualitasnya agar masyarakat nyaman saat melintas,” ujar Luthfi.

Luthfi menekankan bahwa Jawa Tengah adalah jantung arus mudik nasional. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk memastikan kualitas jalan tetap terjaga tanpa ada keluhan dari publik.

Strategi Cepat H-7 Lebaran

Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, menerapkan strategi khusus mengingat jadwal Lebaran yang lebih awal. Pihaknya menetapkan batas waktu pengerjaan fisik maksimal tujuh hari sebelum Lebaran (H-7).

“Prinsipnya, kami mengejar percepatan tambal sulam dan penanganan darurat di titik-titik kritis,” ungkap Henggar.

Salah satu langkah konkret terlihat di wilayah Gubuk, Kabupaten Grobogan. Menanggapi longsor tanggul di Kali Tuntang yang merusak badan jalan, dinas langsung melakukan pengecoran beton permanen agar konstruksi lebih kuat menghadapi beban kendaraan. Langkah serupa juga menyasar wilayah Jepara, tepatnya di Keling dan Sekuro, dengan mengganti aspal menjadi semen (rigid beton) agar lebih tahan terhadap genangan air.

Upaya masif ini menuai apresiasi dari pengguna jalan. Mustofa, seorang mahasiswa asal Demak, merasakan perubahan signifikan saat melintasi ruas Mranggen hingga Gayamsari.

“Dulu jalannya banyak yang rusak dan membuat motor sering masuk bengkel. Sekarang jauh lebih lancar dan cepat. Perjalanan tidak lagi terhambat macet akibat jalan berlubang,” tuturnya.

Layanan Laporan Online 24 Jam

Sebagai bentuk transparansi dan respons cepat, Gubernur Ahmad Luthfi memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka layanan laporan jalan rusak secara daring (online). Layanan ini beroperasi 24 jam dan menjanjikan respons seketika terhadap keluhan warga.

“Ini penting agar kami bisa memantau setiap jengkal jalan provinsi. Saya juga mengarahkan pemerintah kabupaten/kota untuk aktif berkolaborasi menambal lubang di wilayah masing-masing,” tegas Luthfi.

Bagi Pemprov Jateng, konektivitas jalan yang baik adalah prasyarat utama untuk menggerakkan ekonomi, memperlancar distribusi barang, dan mendukung iklim investasi. Melalui peta jalan (roadmap) yang jelas, Jawa Tengah siap menyambut jutaan pemudik dengan infrastruktur yang lebih aman, nyaman, dan tangguh. (ADV-01)

Exit mobile version