
Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Posko 09 UIN Walisongo Semarang gelar aksi penanaman 50 bibit pohon di Desa Ngaliyan, Kabupaten Batang, Jumat (6/2/26).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan penghijauan desa.
Penanaman pohon dilaksanakan di sepanjang Jalan Dukuh Ngaliyan hingga Dukuh Krangkoan.
Program ini menjadi bagian dari agenda kerja KKN MIT-21 yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sebanyak 50 bibit pohon ditanam dengan berbagai jenis, antara lain tabebuya, trembesi, ketapang kencana, aren, dan alpukat.
Penanaman dilakukan bersama perangkat desa dan karang taruna setempat sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Sebelum kegiatan penanaman, mahasiswa KKN bersama warga terlebih dahulu melaksanakan kegiatan bersih desa.
Setelah itu, proses penanaman bibit dilakukan di sepanjang ruas jalan Ngaliyan–Krangkoan guna memperindah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekologis jangka panjang.
Kepala Desa Ngaliyan, Juni Purnomo, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
Ia berharap penanaman pohon ini dapat memberikan dampak positif bagi desa.
“Kegiatan penanaman bibit pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Ngaliyan serta memperindah ruas jalan desa,” ujarnya.
Koordinator Desa KKN MIT-21 Posko 09 menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kelestarian alam.
“Satu pohon yang ditanam akan memberikan sejuta manfaat. Melalui langkah kecil ini, kami berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga dan merawat lingkungan sekitar,” katanya.
Melalui aksi penghijauan ini, mahasiswa KKN MIT-21 berharap Desa Ngaliyan dapat menjadi desa yang peduli terhadap lingkungan serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya pelestarian alam.