SEMARANG, Jatengnews.id — Tanggul Sungai Plumbon di wilayah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, jebol pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa yang terjadi menjelang sahur itu diawali dentuman keras dan disusul gelombang air bercampur lumpur yang menerjang permukiman warga.
Sejumlah rumah di RT 1 RW 2 terdampak cukup parah. Arus deras dilaporkan langsung menghantam pintu-pintu rumah warga yang berada tepat di depan tanggul.
Maliki (55), warga RT 1 RW 1, mengatakan rumahnya menjadi salah satu yang pertama kali diterjang banjir karena posisinya persis di depan tanggul yang jebol.
“Sekitar pukul dua malam dengar suara seperti petasan, ‘duar’. Saya mau lihat, tahu-tahu air sudah masuk. Pintu sampai jebol,” ujarnya.
Ia menyebut ketinggian air sempat mencapai leher orang dewasa. Dalam kondisi panik, ia hanya bisa menyelamatkan enam anggota keluarganya, termasuk dua anak berusia 3 dan 6 tahun.
“Saya sudah tidak bisa menanggulangi air. Biasanya kalau cuma luapan masih bisa diatasi,” katanya.
Derasnya arus membuat perabotan rumah tangga warga porak-poranda dan terbawa lumpur. Warga terpaksa berlindung di tempat yang lebih tinggi, termasuk naik ke atas dipan tempat tidur untuk menghindari genangan.
Warga lainnya, Jumini (55), mengaku sempat berteriak meminta pertolongan saat air mulai masuk ke rumahnya.
“Jebol-jebol banjir ya Allah, airnya masuk semua,” tuturnya.
Menurutnya, kasur, bantal hingga buku-buku sekolah anak terendam lumpur. Ia dan keluarganya bahkan hanya bisa sahur dengan air minum karena seluruh peralatan dapur terdampak banjir.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga setiap musim hujan tiba. Mereka berharap ada penanganan serius terhadap kondisi tanggul guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(02)
