
SEMARANG, Jatengnews.id – Tanggul Sungai Plumbon jebol pada Rabu (4/3/2026) dini hari, menyebabkan warga RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang tidak dapat melaksanakan sahur.
Memasuki hari ke-14 Ramadan, suasana bulan suci berubah menjadi duka bagi warga setempat. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 23.30 WIB menyebabkan debit air sungai meningkat hingga melimpasi tanggul.
Ketua RT 1 RW 1 Mangkang Kulon, Jarianto, menuturkan bahwa sekitar pukul 02.00 WIB terdengar suara retakan sebelum tanggul akhirnya jebol.
“Bunyinya itu kretek-kretek, langsung brak,” ujarnya.
Air bercampur lumpur langsung menerjang permukiman warga. Sedikitnya tiga rumah yang berada tepat di depan tanggul terdampak paling parah.
Akibatnya, banyak warga tidak dapat memasak untuk sahur karena perabotan rumah tangga, termasuk kompor dan bahan makanan seperti beras, terendam air.
“Semalam warga terpaksa tidak sahur karena tidak bisa masak. Beras juga terendam,” kata Jarianto.
Meski demikian, beberapa warga yang rumahnya lebih aman sempat membantu dengan memasakkan mi instan. “Kalau saya alhamdulillah masih ada yang ngasih air,” tambahnya.
Salah satu warga terdampak, Jumini (55), mengaku hanya bisa minum air saat waktu sahur tiba.
“Ya enggak bisa sahur, cuma minum saja. Semua pada bangun bingung. Anak saya ada yang hamil juga,” tuturnya.
Anaknya yang sedang hamil bersama cucunya yang masih kecil akhirnya diungsikan ke rumah keluarga yang masih satu kelurahan.
Warga lainnya, Maliki (55), bahkan memutuskan tidak berpuasa karena sejak pukul 02.00 WIB hingga menjelang siang masih membersihkan rumahnya yang dipenuhi air dan lumpur.
“Kalau ini terus terang saya batal. Dari jam 2 sampai sekarang belum berhenti seperti ini,” katanya.
Ia juga menyebutkan tidak ada bantuan makanan yang datang saat waktu sahur hingga menjelang siang hari.
Sementara itu, Camat Tugu, Eko Padang, menyampaikan bahwa bantuan makanan telah disiapkan untuk warga terdampak.
“Makan siang sebenarnya sudah disiapkan untuk yang kerja dan tidak puasa. Nanti sore jam 4 dari Dinas Sosial akan ada sekitar 300 nasi bungkus untuk petugas dan warga terdampak,” jelasnya.
Warga yang tidak dapat memasak untuk berbuka puasa dipersilakan mengambil bantuan dari Dinas Sosial tersebut.(02)