
SEMARANG, Jatengnews.id – Program bantuan operasional (BOP) rukun tetangga (RT) sebesar Rp25 juta per tahun di Kota Semarang belum juga cair hingga Maret 2026. Kondisi ini memicu desakan dari DPRD agar dana segera disalurkan sebelum Lebaran.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menilai keterlambatan pencairan berpotensi membebani masyarakat yang sudah menyiapkan berbagai kegiatan tradisi pasca-Idulfitri.
“Lebaran itu ada kegiatan masyarakat seperti halalbihalal dan haul simbah-simbah. Itu sudah menjadi tradisi warga,” ujar Pilus, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan, pada tahun-tahun sebelumnya dana BOP RT umumnya cair tepat waktu. Jika keterlambatan terus berlanjut, warga kemungkinan harus mencari dana talangan untuk membiayai kegiatan lingkungan.
Menurut Pilus, situasi tersebut bisa memicu keresahan sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan Rp25 juta per RT yang sebelumnya dijanjikan pemerintah kota.
Karena itu, DPRD mendorong Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memastikan pencairan dilakukan sebelum Lebaran.
Sementara itu, Agustina menyatakan pemerintah kota masih menghitung kemampuan fiskal sebelum memutuskan waktu pencairan.
Ia menyebut ada usulan agar dana BOP dicairkan sebelum Lebaran untuk kegiatan halalbihalal. Namun dana tersebut juga direncanakan mendukung kegiatan warga lainnya, termasuk peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Dengan pertimbangan itu, pencairan BOP RT berpeluang dilakukan secara bertahap.
Pemkot Semarang, kata Agustina, juga harus memastikan kesiapan fiskal untuk menanggung anggaran sekitar Rp280 miliar.
“Ini fiskal harus dijaga. Sebelum Lebaran kami akan umumkan apakah BOP akan kami keluarkan pada Maret atau tidak,” ujarnya. (03)