
SEMARANG, Jatengnews.id — Suara dentuman keras memecah dini hari di Kampung Tambakrejo Pondok, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 01.10 WIB.
Warga yang tengah bersiap menyambut takbir keliling mendadak panik ketika sebuah rumah tiba-tiba meledak hebat.
Ledakan yang diduga berasal dari petasan yang disimpan di dalam rumah itu merenggut nyawa seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, Gilang.
Rumah milik warga bernama Rondiyah seketika luluh lantak. Atap jebol, plafon runtuh, dan isi rumah porak-poranda. Getaran ledakan bahkan dirasakan warga sekitar yang langsung berhamburan keluar rumah.
Saat pagi tiba, pemandangan memilukan terlihat jelas. Rangka atap menggantung, puing-puing berserakan, dan barang-barang rumah tangga hancur tak berbentuk. Petugas tampak berjibaku memastikan lokasi aman dari potensi bahaya susulan.
Tim Gegana Polda Jawa Tengah turun tangan melakukan sterilisasi. Dari dalam rumah, petugas menemukan belasan petasan yang belum meledak—sebuah ancaman yang sewaktu-waktu bisa memicu tragedi lanjutan.
Ketua RW 09 Tambakrejo, Ahmad Rifa’i, mengaku mendapat laporan sekitar pukul 01.00 WIB. Tanpa menunggu lama, ia langsung menuju lokasi yang sudah dipenuhi warga.
“Saat saya sampai, kondisinya sudah hancur di dalam. Warga sudah berusaha menolong,” ujarnya.
Di tengah kepanikan itu, satu kabar membuat suasana berubah menjadi duka mendalam. Gilang sempat dinyatakan hilang. Pencarian dilakukan di antara reruntuhan rumah yang gelap dan penuh debu.
Sekitar pukul 02.00 WIB, bocah malang itu akhirnya ditemukan—tergeletak di bawah meja makan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di bawah meja makan, sudah meninggal,” kata Rifa’i dengan suara berat.
Dugaan sementara, petasan tersebut dibeli secara online, lalu disimpan di dalam toples dan diletakkan di bawah magic com—sebuah keputusan fatal yang berujung tragedi.
Dari lima orang yang berada di dalam rumah saat kejadian, empat lainnya berhasil selamat tanpa luka. Namun, duka mendalam kini menyelimuti keluarga dan warga sekitar.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang merenggut satu nyawa tersebut. (03)