
SEMARANG, Jatengnews.id – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang memastikan kesiapan penuh sistem kelistrikan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Fokus utama diarahkan pada optimalisasi operasi PLTGU Tambak Lorok yang menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di Jawa Tengah.
Secara kapasitas, UBP Semarang mencatat Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 1.696 MW dan Daya Mampu Pasok (DMP) 720,6 MW, dengan tingkat Equivalent Availability Factor (EAF) mencapai 90,03%. Kinerja ini mencerminkan tingkat kesiapan pembangkit yang relatif tinggi dalam mendukung lonjakan konsumsi listrik selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
Dua lokasi operasional, yakni Semarang dan Karimunjawa, berperan strategis dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan UP2B JTD dan UP3 Kudus. Hingga saat ini, kondisi sistem dilaporkan aman dan terkendali.
Untuk periode siaga 14–28 Maret, perusahaan mengerahkan total 242 personel yang terdiri dari tim operasi, pemeliharaan, dan keamanan. Dukungan operasional diperkuat dengan tambahan peralatan, kendaraan, serta ketersediaan material cadangan guna meminimalkan risiko gangguan.
Langkah ini juga mendapat perhatian dari Dewan Energi Nasional (DEN) yang melakukan inspeksi langsung ke PLTGU Tambak Lorok. Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menekankan pentingnya menjaga pasokan energi primer, terutama di tengah tren peningkatan konsumsi listrik, termasuk dari kendaraan listrik selama arus mudik.
Selain itu, anggota DEN lainnya, Sripeni Inten Cahyani, menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi cepat dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi, guna menjaga stabilitas sistem secara nasional.
Senior Manager UBP Semarang, F. Erwin Putranto, menyatakan bahwa kesiapan SDM, infrastruktur, dan sistem operasional menjadi kunci dalam menjaga keandalan listrik selama periode puncak konsumsi.
Dari sisi ekonomi, keandalan pasokan listrik selama Idul Fitri memiliki peran krusial dalam menjaga aktivitas masyarakat, kelancaran transportasi, serta stabilitas sektor perdagangan dan jasa yang mengalami peningkatan signifikan selama perode libur panjang. (03)