Beranda Pendidikan Prinsip “Maju Bersama” Jadi Napas Kepemimpinan Rektor Baru UIN Walisongo

Prinsip “Maju Bersama” Jadi Napas Kepemimpinan Rektor Baru UIN Walisongo

Mengusung visi continuity and change.

Rektor UIN Walisongp Prof Musahadi
Rektor baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, M.Ag saat memberikan sambutan dalam acara pisah sambut rektor di Auditorium II Gedung Prof. Tgk. Ismail Yaqub, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (31/3/2026). (Foto: dok/JN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Semangat kolaborasi menjadi ruh baru di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Rektor baru UIN Walisongo, Prof. Musahadi, menegaskan bahwa prinsip “Maju Bersama” akan menjadi fondasi utama dalam memimpin kampus menuju akselerasi transformasi dan penguatan dampak sosial bagi masyarakat.

Komitmen tersebut beliau sampaikan usai kegiatan pisah sambut rektor di Gedung Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo, Semarang, Selasa (31/3/2026).

Prof. Musahadi mengusung visi continuity and change, sebuah upaya melanjutkan estafet capaian sebelumnya dengan sentuhan inovasi yang lebih agresif.

“Prinsip saya itu bergandengan untuk maju bersama. Jadi, kami menyatukan semua potensi yang ada untuk bersinergi,” tegasnya saat ditemui tim Jatengnews.id.

Di awal masa baktinya, Prof. Musahadi menempatkan konsolidasi internal sebagai langkah perdana. Beliau percaya bahwa kekuatan institusi tidak terletak pada individu, melainkan pada keharmonisan seluruh sivitas akademika.

“Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah membangun harmoni dan memperkuat fondasi konsolidasi kita,” jelasnya.

Dengan fondasi yang solid, beliau berjanji akan membuka ruang kreativitas seluas-luasnya. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat di mana inovasi tumbuh subur melalui kerja kolektif, sehingga target-target strategis dapat tercapai melalui akselerasi yang terukur.

Visi Kemanusiaan dan Dampak Nyata

Lebih dari sekadar mengejar angka, Prof. Musahadi mengarahkan kemudi UIN Walisongo pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan perdamaian. Baginya, martabat sebuah universitas diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Mengenai peringkat universitas, beliau mengakui hal itu tetap menjadi indikator kinerja. Namun, beliau memberikan catatan kritis bahwa peringkat bukanlah tujuan akhir.

“Kami akan tetap berusaha mengangkat peringkat universitas. Namun, yang jauh lebih penting adalah soal dampak kehadiran kami bagi orang lain,” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa capaian akademik akan terasa hampa jika tidak memberikan kontribusi nyata. “Apalah artinya peringkat kalau tidak memiliki dampak secara langsung kepada masyarakat,” tambah Prof. Musahadi dengan tegas.

Fokus Pengabdian Masyarakat

Ke depan, di bawah kepemimpinan Prof. Musahadi, UIN Walisongo akan menitikberatkan program-programnya pada sektor yang menyentuh publik secara langsung, mulai dari pendidikan yang inklusif, penelitian yang solutif, hingga pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Melalui napas kepemimpinan yang inklusif ini, UIN Walisongo diharapkan tidak hanya unggul di menara gading akademik, tetapi juga menjadi institusi yang relevan dan hadir sebagai solusi bagi persoalan bangsa. (01).

Exit mobile version