31.7 C
Semarang
, 7 April 2026
spot_img

Pemprov Jateng Percepat Penanganan Banjir Demak, Fokus Pemulihan dan Pencegahan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak guna mempercepat perbaikan rumah warga sekaligus menyelesaikan persoalan banjir yang kerap berulang.

DEMAK, Jatengnews.id  — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak banjir di Kabupaten Demak, tidak hanya pada fase darurat tetapi juga pemulihan serta pencegahan jangka panjang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak guna mempercepat perbaikan rumah warga sekaligus menyelesaikan persoalan banjir yang kerap berulang.

“Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar persoalan banjir di wilayah rawan tidak terus terjadi setiap tahun. Selain penanganan tanggul dan aliran sungai, percepatan pemulihan rumah warga juga menjadi prioritas.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jateng menggandeng berbagai pihak. Sumber pendanaan berasal dari pemerintah provinsi, pusat, kabupaten, hingga lembaga seperti Baznas dan PMI. Sementara tenaga perbaikan akan melibatkan relawan organisasi kemasyarakatan.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. Insyaallah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.

Bantuan yang telah disalurkan antara lain program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tujuh unit, 127 paket sembako dari Baznas Jateng, serta bantuan senilai Rp10.065.500 dari PMI Jateng.

Di sisi lain, warga terdampak mulai merasakan bantuan. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, mengaku kondisi sudah berangsur membaik.

“Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur,” ujarnya.

Meski demikian, kerusakan yang dialami warga cukup parah. Ia menyebut rumahnya rusak sekitar 40 persen, sementara rumah orang tuanya hanyut tanpa sisa.

“Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026). Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik dan merendam sembilan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.

Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa sempat mengungsi. Saat ini tersisa 12 jiwa pengungsi di Madin Sindon.

Meski sebagian wilayah telah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun langsung dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan air.

Taj Yasin menegaskan, pemerintah berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang melalui penanganan menyeluruh.

“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN