Beranda Pendidikan 65 Mahasiswa KPI UIN Walisongo Dalami Praktik Public Relation di Metro TV

65 Mahasiswa KPI UIN Walisongo Dalami Praktik Public Relation di Metro TV

Mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika kerja PR secara langsung serta meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia profesional.

Mahasiswa UIN Walisongo terjun langsung melaksanakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke kantor Metro TV pada Rabu (8/4/2026). (Foto : Dok UIN Walisongo)
Mahasiswa UIN Walisongo terjun langsung melaksanakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke kantor Metro TV pada Rabu (8/4/2026). (Foto : Dok UIN Walisongo)

JAKARTA, Jatengnews.id – Sebanyak 65 mahasiswa konsentrasi Public Relations (PR) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, melaksanakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke kantor Metro TV pada Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di industri media. Tidak hanya berkeliling studio dan newsroom, para peserta juga memperoleh pemahaman praktis mengenai dunia kehumasan dari pelaku profesional.

Materi disampaikan oleh Vallencia Melvincy, presenter program Selamat Pagi Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa praktik PR saat ini mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan media digital.

Menurut Vallencia, strategi komunikasi modern menuntut pendekatan “Satu Pesan, Lima Wajah”, yakni satu pesan utama yang disesuaikan dengan karakter berbagai platform.

“Pesan yang sama harus dikemas berbeda untuk portal berita, X atau Twitter, TikTok atau Reels, Instagram, hingga podcast. Setiap platform punya gaya komunikasi masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan PR tidak hanya bergantung pada pesan, tetapi juga kesiapan materi pendukung. Untuk itu, ia memperkenalkan konsep Toolkit Taktis sebagai standar dalam menyiapkan paket liputan bagi media.

Toolkit tersebut mencakup press release yang terarah, data teknis yang valid, media kit komprehensif, dokumen tanya jawab (Q&A), aset visual berkualitas, serta contact person yang responsif.

“Dengan paket yang lengkap, media akan lebih mudah mengolah dan mempublikasikan informasi tanpa harus mencari tambahan data,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi KPI UIN Walisongo, Abdul Ghoni, menyampaikan apresiasi terhadap kesempatan yang diberikan oleh Metro TV.

Ia menilai kegiatan ini penting untuk menjembatani teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.

“Kunjungan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri media dan kehumasan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika kerja PR secara langsung serta meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia profesional.(03)

Exit mobile version