Beranda Daerah Kuota Haji Jateng 2026 Naik Signifikan, Capai 34 Ribu Jemaah di Tengah...

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Signifikan, Capai 34 Ribu Jemaah di Tengah Konflik Timur Tengah

Kenaikan ini dipicu perubahan kebijakan penentuan kuota yang kini berbasis panjangnya daftar tunggu (waiting list), bukan lagi jumlah penduduk muslim.

jemaah haji di kabah
Ilustrasi jemaah haji yang memenuhi Kabah.(Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  — Kuota keberangkatan jemaah haji asal Jawa Tengah pada 2026 mengalami peningkatan signifikan meski konflik di Timur Tengah masih berlangsung. Kenaikan ini dipicu perubahan kebijakan penentuan kuota yang kini berbasis panjangnya daftar tunggu (waiting list), bukan lagi jumlah penduduk muslim.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, menyebutkan total jemaah haji asal Jateng tahun ini mencapai sekitar 34.122 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 30.037 jemaah.

“Kalau tahun kemarin perhitungan kuota itu berdasarkan jumlah penduduk muslim. Lah tahun ini dirubah berdasarkan waiting list atau daftar tunggu. Sehingga provinsi yang antriannya panjang mendapat kuota lebih banyak,” ujarnya, Rabu  (8/4/2026).

Ia menjelaskan, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan daftar tunggu terbanyak di Indonesia. Saat ini, jumlah antrean jemaah haji di Jateng mencapai sekitar 900 ribu orang, menjadikannya posisi kedua setelah Jawa Timur.

“Jawa Timur itu 1,2 juta jemaah yang antri. Kita sudah 900-an ribu. Sehingga kita terbanyak kedua, maka kuota kita naik jadi 34 ribu sekian,” jelasnya.

Dari total kuota tersebut, daerah dengan jumlah jemaah terbanyak berasal dari Kabupaten Kebumen dan Kota Semarang yang masing-masing sekitar 1.700 jemaah. Rentang usia jemaah pun cukup lebar, mulai dari 13 tahun hingga 103 tahun.

Fitriyanto menambahkan, secara umum tidak ada perubahan besar dalam skema penyelenggaraan haji tahun ini. Namun, terdapat peningkatan layanan serta penyederhanaan penyedia layanan (syarikat) dari sebelumnya delapan menjadi dua.

“Formatnya sama, hanya layanannya kita tingkatkan. Kemudian sekarang hanya dua syarikat,” katanya.

Terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah, ia memastikan proses keberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah Arab Saudi juga telah memberikan jaminan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap aman.

“Duta Besar Arab Saudi sudah menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji masih sesuai rencana. Jadi jemaah tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menyampaikan informasi tersebut kepada para calon jemaah saat manasik haji, sehingga mereka merasa lebih tenang.

Kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026 melalui embarkasi Solo dan Yogyakarta.

“Tahun ini yang berangkat 34.122 jemaah. Sebanyak 28 ribu atau 81 kloter berangkat dari Solo dan 6 ribu atau 15 kloter jemaah berangkat lewat Jogja,” paparnya.

Adapun alur penerbangan, baik dari Solo maupun Yogyakarta akan transit di Medan untuk pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.

Dengan adanya peningkatan kuota ini, diharapkan antrean panjang jemaah haji di Jawa Tengah dapat постепенно berkurang, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.(02)

Exit mobile version