Beranda Ekonomi Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Raih Green Leadership, PLN Sabet 11 PROPER...

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Raih Green Leadership, PLN Sabet 11 PROPER Emas 2025

PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.

Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan), disaksikan oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto : Dok PLN)

JAKARTA, Jatengnews.id – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup.

Ini menjadi kali ketiga ia menerima penghargaan tersebut, sekaligus menegaskan konsistensinya dalam memimpin transformasi hijau di PLN.

Di bawah kepemimpinannya, kinerja lingkungan PLN terus menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau, mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam proses bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Ia memberikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan atas kontribusi nyata dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan.

Hanif menyampaikan bahwa kepatuhan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berdampak pada efisiensi sumber daya dan pencegahan pencemaran, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menilai PROPER berfungsi sebagai panduan penting bagi dunia usaha untuk melampaui sekadar kepatuhan dan bergerak menuju praktik bisnis berbasis ekonomi hijau.

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa bagi PLN, PROPER bukan hanya soal memenuhi regulasi, melainkan bagian dari percepatan transformasi perusahaan.

Selama lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.

Ke depan, PLN berkomitmen memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

Selain penghargaan Green Leadership PROPER yang diraih Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, PLN juga menerima 11 PROPER Emas atas komitmennya dalam menjalankan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Foto : Dok PLN)
Selain penghargaan Green Leadership PROPER yang diraih Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, PLN juga menerima 11 PROPER Emas atas komitmennya dalam menjalankan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Foto : Dok PLN)

Darmawan juga menekankan pentingnya inovasi teknologi hijau dan kolaborasi global dalam menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. Ia menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya sebatas menyediakan listrik yang andal, tetapi juga memastikan energi yang dihasilkan semakin ramah lingkungan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi, PLN mencatat peningkatan signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca, dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.

Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan yang dikembangkan PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Perusahaan juga memperluas pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh).

Dalam pengembangan energi masa depan, PLN juga menjadi pelopor dalam produksi hidrogen hijau. Sejak 2023, perusahaan telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, Jakarta, serta GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Saat ini, PLN telah mengoperasikan 22 GHP di berbagai wilayah Indonesia dengan total kapasitas produksi mencapai 203 ton per tahun. Hidrogen hijau tersebut ke depan akan dimanfaatkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.

Darmawan berharap berbagai inisiatif tersebut tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan efek berganda berupa lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan dukungan terhadap pembangunan nasional. (ADV)

Exit mobile version