Beranda Daerah Harga LPG 3 Kg di Jateng Terkendali, Pertamina Pastikan Stok Aman dan...

Harga LPG 3 Kg di Jateng Terkendali, Pertamina Pastikan Stok Aman dan Distribusi Diawasi Ketat

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan menaikkan harga di luar ketentuan yang telah ditetapkan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto:ist)

KARANGANYAR, Jatengnews.id  — Pertamina memastikan harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan resmi masih berada dalam kisaran wajar, yakni antara Rp13.000 hingga Rp18.000.

Meski demikian, pada wilayah dengan akses transportasi yang sulit, harga dapat sedikit lebih tinggi akibat faktor distribusi.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan menaikkan harga di luar ketentuan yang telah ditetapkan.

“Masyarakat diimbau agar tidak menaikkan harga secara sembarangan di luar ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Popongan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4/2026).

Selain memastikan harga tetap terkendali, Pertamina juga menjamin ketersediaan stok energi, baik LPG maupun bahan bakar minyak (BBM), dalam kondisi aman untuk seluruh wilayah Jawa Tengah. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami menyalurkan kebutuhan energi, baik LPG maupun BBM kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Sinergitas antara pemerintah provinsi, kepolisian daerah hingga pemerintah kabupaten/kota sangat penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” jelasnya.

Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memperkuat pengawasan guna mencegah penyalahgunaan distribusi LPG subsidi. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan di lapangan.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan jika menemukan praktik ilegal, seperti penimbunan atau pengoplosan LPG.

“Jika ditemukan praktik ilegal, kami mendorong masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Penindakan akan dilakukan secara tegas,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pengecekan bersama dinas terkait, ketersediaan LPG di tingkat pangkalan masih dalam kondisi aman. Bahkan, harga di tingkat pengecer juga dinilai masih berada dalam batas yang wajar.

Dengan kondisi tersebut, Pertamina dan pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan hemat agar distribusi tetap merata dan kebutuhan seluruh masyarakat dapat terpenuhi.(02)

Exit mobile version