SEMARANG, Jatengnews.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (bersubsidi) yang dikeluhkan masyarakat di Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Sepanjang tahun 2026, aparat berhasil mengungkap 16 kasus pengoplosan gas dan bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Djoko Julianto, mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas subsidi.
“Berdasarkan informasi masyarakat menyampaikan kelangkaan elpiji, makanya kita lakukan penyelidikan dan pengungkapan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total kasus yang diungkap, dua kasus ditangani langsung oleh Polda, sementara sekitar 14 lainnya merupakan hasil pengungkapan jajaran Polres di berbagai daerah.
Menurut Djoko, persoalan kelangkaan gas dan BBM saat ini menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan distribusi energi bersubsidi tersebut.
Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Brebes, yang diungkap pada 8 April 2026 oleh Polres setempat. Praktik ilegal tersebut bahkan ditemukan berlangsung di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pihaknya menjamin distribusi gas subsidi tetap berjalan dan dapat dinikmati masyarakat.
“Setiap bentuk penyimpangan akan ditindak tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan publik dan stabilitas ekonomi,” tegasnya.
Polisi berharap, dengan penindakan yang terus dilakukan, distribusi gas elpiji 3 kilogram dapat kembali normal dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berhak.(02)
