SEMARANG, Jatengnews.id – Program kesehatan gratis Kota Semarang disiapkan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 yang akan diperingati pada 2 Mei 2026.
Sejumlah layanan kesehatan, mulai dari scaling gigi gratis hingga skrining kanker leher rahim, telah digelar untuk masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pelayanan scaling gigi gratis telah dimulai sejak 13 April dan akan berlangsung hingga 18 April, kemudian akan dilanjutkan kembali pada awal Mei selama satu pekan,” ujarnya saat launching rangkakan HUT Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).
Disebutkan bahwa layanan tersebut disediakan di puluhan fasilitas kesehatan. Sebanyak 40 puskesmas dan dua rumah sakit umum daerah telah dilibatkan dalam pelaksanaan program ini, dengan kuota layanan terbatas setiap harinya.
Kuota layanan scaling gigi gratis diperkirakan hanya sekitar lima orang per hari di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
Selain layanan kesehatan gigi, skrining kanker leher rahim dengan metode HPV DNA juga disediakan. Pemeriksaan ini disebut memiliki tingkat sensitivitas tinggi dalam mendeteksi potensi gangguan pada leher rahim.
“Skrining ini diperuntukkan bagi perempuan yang sudah pernah berhubungan. Masyarakat, khususnya ibu-ibu, dapat memanfaatkan layanan di seluruh puskesmas yang tersedia,” kata Hakam.
Kuota skrining kanker leher rahim disebut mencapai sekitar 10.000 peserta yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan. Jika ditemukan hasil positif, tindak lanjut akan segera dilakukan melalui pelayanan lanjutan di puskesmas atau rujukan ke rumah sakit.
Namun demikian, masyarakat diminta tidak panik apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi awal. “Hasil positif belum tentu menunjukkan keganasan, bisa jadi hanya peradangan yang masih dapat diobati,” jelasnya.
Upaya ini dinilai sebagai langkah deteksi dini untuk menekan angka kanker leher rahim di Kota Semarang. Dengan pemeriksaan lebih awal, peluang penanganan dinilai lebih besar dan dapat menghindari kondisi yang lebih serius.
Selain skrining kanker, program kesehatan gratis Kota Semarang juga mencakup deteksi tuberkulosis (TBC). Pemeriksaan dilakukan melalui foto rontgen dada menggunakan perangkat X-ray portabel di sejumlah puskesmas.
Layanan deteksi TBC difokuskan di enam puskesmas, di antaranya wilayah Ngaliyan, Gunungpati, hingga Mangkang. Pemeriksaan ini disediakan secara khusus karena kasus TBC kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas.
“Banyak kasus TBC tidak bergejala. Penurunan berat badan yang tiba-tiba justru perlu diwaspadai sebagai salah satu indikasi,” ungkap Hakam.
Disebutkan bahwa kasus kanker pada perempuan di Kota Semarang masih didominasi oleh kanker payudara dan kanker leher rahim. Oleh karena itu, langkah pencegahan terus diperkuat melalui skrining dan vaksinasi.
Program vaksinasi disebut telah dijalankan untuk anak perempuan tingkat sekolah dasar dan menengah pertama selama dua tahun terakhir. Upaya ini dilakukan untuk mencegah risiko kanker leher rahim sejak dini.
Dengan kombinasi skrining bagi perempuan dewasa dan vaksinasi bagi anak usia sekolah, diharapkan angka kejadian kanker dapat ditekan secara bertahap di Kota Semarang. (03)
