JEPARA, Jatengnews.id– Komitmen dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha lokal kembali ditegaskan oleh PLN UIK Tanjung Jati B melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bersama Rumah BUMN Jepara, PLN menggelar kegiatan silaturahmi dan penguatan sinergi dengan para pelaku UMKM pada Selasa (14/4/2026) di de Anglo Resto, Jepara.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 UMKM binaan dan menjadi wadah untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha.
Suasana hangat dan santai terasa sepanjang acara, yang diisi dengan sesi ramah tamah, diskusi terbuka, serta berbagi pengalaman seputar tantangan dan peluang dalam menjalankan usaha.

Tak sekadar ajang temu, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi. Dialog dua arah yang terbangun memungkinkan terciptanya pemahaman yang lebih baik antara PLN dan para mitra binaan, sekaligus membuka peluang pengembangan program yang lebih tepat sasaran.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM. Melalui Rumah BUMN, PLN berkomitmen memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha agar semakin tangguh dan kompetitif.
“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih solid. Kami ingin UMKM binaan mampu berkembang, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujarnya.
Rumah BUMN Jepara sendiri menjadi salah satu inisiatif penting PLN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai program pembinaan, pelatihan, hingga fasilitasi akses pasar terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara PLN dan UMKM, sehingga mampu menciptakan kolaborasi jangka panjang yang berdampak positif. Dengan semangat kebersamaan, UMKM Jepara diharapkan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (ADV)