Beranda Ekonomi Bodjong Night Market Jadi Wadah Baru UMKM Semarang, Hidupkan Program “Waras Ekonomi”

Bodjong Night Market Jadi Wadah Baru UMKM Semarang, Hidupkan Program “Waras Ekonomi”

Pasar malam yang beroperasi setiap hari pukul 15.00 hingga 03.00 WIB ini menampung 60 tenant pilihan.

Wali Kota Semarang Agustina meninjau lokasi stand UMKM
Wali Kota Semarang Agustina saat meninjau lokasi kegiatan Bodjong Night Market di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (18/4/2026). (Foto: dok/Pemkot)

SEMARANG, Jatengnews.id — Pelaku UMKM di Kota Semarang kini memiliki ruang baru untuk memutar roda ekonomi mereka. Kehadiran Bodjong Night Market di kawasan Kota Lama menjadi magnet wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif yang memberikan dampak langsung bagi para pedagang kecil dan menengah.

Pasar malam yang beroperasi setiap hari pukul 15.00 hingga 03.00 WIB ini menampung 60 tenant pilihan. Para pelaku usaha menawarkan beragam kuliner, mulai dari sajian tradisional khas Semarang hingga makanan kekinian. Kehadiran pasar ini memberikan kepastian ruang usaha yang hidup, aman, dan ramai dikunjungi wisatawan bagi para mitra UMKM.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa Bodjong Night Market sejalan dengan visi pemerintah untuk memberdayakan unit usaha kecil.

“Kami memiliki program WARAS EKONOMI, sebuah inisiatif khusus untuk memberdayakan UMKM. Saya berharap melalui Bodjong Night Market, perputaran uang terjadi secara maksimal sehingga memberikan keuntungan langsung bagi para pelaku usaha,” tutur Agustina.

Melalui program Waras Ekonomi, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi melakukan pendampingan terukur bagi sekitar 30.000 UMKM. Fokus bantuan tersebut meliputi:

Sensus dan Klasifikasi: Pemkot melakukan pendataan menyeluruh untuk memetakan kebutuhan riil setiap pelaku usaha, mulai dari aspek legalitas hingga kapasitas produksi.

Kurasi dan Kualitas: Dekranasda melakukan kurasi ketat untuk memastikan produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Membuka Akses, Bukan Sekadar Modal: Agustina menegaskan bahwa bantuan tidak selalu berbentuk uang tunai. Pemkot memberikan akses jejaring, mempertemukan UMKM dengan mitra strategis, serta memperbaiki strategi pemasaran.

“Kadang yang pelaku usaha butuhkan bukan modal, tetapi akses. Kita tunjukkan jalannya, kita pertemukan dengan mitra, atau kita perbaiki kualitas produknya. Itulah yang sedang kami lakukan,” tegas Agustina.

Sebagai langkah keberlanjutan bagi penerima manfaat, Pemkot Semarang juga berencana menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal, seperti kawasan Pasar Johar.

Nantinya, lokasi ini akan berfungsi sebagai hub ekonomi kreatif di mana para pelaku UMKM dapat bertemu langsung dengan ekosistem bisnis, seperti pihak hotel, perkantoran, dan sektor jasa lainnya. Langkah ini memastikan bahwa UMKM Semarang tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dalam jaringan bisnis yang solid dan berkelanjutan. (Adv).

Exit mobile version