SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan fasilitas sanitasi, khususnya jamban sehat. Langkah ini bertujuan mengatasi ketimpangan akses sanitasi yang masih terjadi di tengah masyarakat.
Saleh menilai penyediaan sanitasi dan akses air bersih harus menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan serta kualitas hidup masyarakat. Baginya, fakta bahwa masih banyak warga yang belum memiliki akses sanitasi layak menuntut pemerintah mengambil langkah yang lebih cepat dan terarah.
“Akses sanitasi yang layak adalah kebutuhan dasar. Pemerintah daerah harus mempercepat pembangunan jamban agar seluruh masyarakat bisa hidup lebih sehat,” tegas Saleh di Semarang, Kamis (23/4/2026).
Ketua DPD Golkar Jateng tersebut menekankan bahwa percepatan ini tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Selain membangun fasilitas, pemerintah perlu mengedukasi warga agar mereka terbiasa menjaga kebersihan dan memanfaatkan fasilitas yang ada dengan baik,” tambahnya.
Saleh mendorong sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa untuk memperluas jangkauan layanan sanitasi, terutama di wilayah tertinggal. Ia juga menyarankan penguatan kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat agar program sanitasi berjalan lebih efektif dan merata.
Data menunjukkan tantangan besar bagi Jawa Tengah. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan bahwa sebanyak 21.542 rumah tangga di wilayah ini belum memiliki jamban atau akses sanitasi dasar yang layak.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada indikator kesehatan, termasuk penanganan stunting. Saat ini, prevalensi stunting di Jawa Tengah mencapai 9,77 persen atau sekitar 188.533 balita.
“Pembangunan jamban dan penyediaan akses air bersih menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Taj Yasin di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).
Meskipun sepanjang tahun 2025 Pemprov Jateng telah membangun 5.328 unit jamban melalui program jambanisasi, angka kebutuhan yang tersisa masih sangat besar. Intervensi yang lebih kuat menjadi harga mati agar seluruh masyarakat Jawa Tengah dapat menikmati fasilitas sanitasi yang layak dan sehat. (Adv-01).



