BATANG, Jatengnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan pencapaian sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia.
Dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BTN menjadi bank dengan jumlah debitur terbanyak.
Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad kredit secara luring dan daring dari berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut mencakup hampir separuh dari total 62.710 debitur yang mengikuti akad massal secara nasional pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu berlangsung serentak di 130 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyediaan rumah layak harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, kebutuhan hunian masyarakat hanya dapat dipenuhi melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan Danantara Indonesia yang memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Menurut Nixon, kolaborasi tersebut mampu mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama.
“Kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, Danantara Indonesia, perbankan, dan pengembang menjadi fondasi penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau,” ujar Nixon.
Ia menambahkan, tingginya jumlah debitur BTN dalam akad massal mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus kepercayaan publik terhadap layanan pembiayaan BTN.
BTN, lanjut Nixon, akan terus meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses pembiayaan, dan memperluas jangkauan KPR subsidi agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati program perumahan pemerintah.
Penyaluran FLPP Tertinggi
Data BP Tapera menunjukkan hingga 29 Juli 2026, realisasi penyaluran FLPP secara nasional telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp14,76 triliun melalui 43 bank penyalur.
Dari jumlah tersebut, BTN menjadi bank dengan penyaluran terbesar, yakni 55.766 unit rumah subsidi.
Sementara PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit. Secara keseluruhan, kedua bank tersebut telah merealisasikan pembiayaan 84.048 unit rumah subsidi, baik melalui skema konvensional maupun syariah.
Salah satu penerima manfaat BTN adalah Sutam Sapto Wibowo, pengemudi ojek online asal Bantul yang menerima rumah dengan cicilan sekitar Rp1,05 juta per bulan.
Program FLPP juga dimanfaatkan oleh berbagai profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, buruh, pedagang, pelaku UMKM, asisten rumah tangga, pemuka agama, hingga anggota TNI dan Polri. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


