Beranda Daerah Pancaroba di Jateng: Mohammad Saleh Imbau Masyarakat Waspada Penyakit dan Cuaca Ekstrem

Pancaroba di Jateng: Mohammad Saleh Imbau Masyarakat Waspada Penyakit dan Cuaca Ekstrem

Perubahan cuaca yang tidak menentu seperti hujan tiba-tiba setelah panas terik dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Foto : Dok DPRD Jateng)
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh dalam Dialog Kepemudaan Bersama Sahabat Lintas Kampus di Soul Cafe, Kota Semarang, Jumat (15/8/2025). (Foto : Dok DPRD Jateng)

SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca pancaroba yang berpotensi memicu berbagai penyakit.

Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu seperti hujan tiba-tiba setelah panas terik dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan terserang penyakit seperti flu, demam, hingga infeksi saluran pernapasan.

“Masa pancaroba sering kali membuat kondisi tubuh menurun. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan menjaga kesehatan,” ujar Saleh dalam keterangannya di Semarang.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan bergizi, istirahat yang cukup, serta rutin berolahraga. Selain itu, Saleh menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyakit.

Ketua DPD Golkar Jateng tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi penyakit yang kerap meningkat saat pancaroba, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Pastikan lingkungan tetap bersih, jangan biarkan ada genangan air, dan lakukan upaya pencegahan 3M untuk menghindari penyakit,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan, Saleh juga meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana yang sering menyertai masa transisi cuaca, seperti angin kencang, hujan lebat, hingga pohon tumbang. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.

“Dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, kita bisa melewati masa pancaroba ini dengan aman,” pungkas Mohammad Saleh.

Peringatan BMKG

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masa pancaroba di Jawa Tengah masih menyimpan potensi cuaca ekstrem. Meskipun intensitas hujan mulai menurun, ancaman hujan lebat belum sepenuhnya hilang dalam beberapa hari ke depan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan cuaca panas terik pada pagi hingga siang hari. Pada periode transisi ini, pemanasan yang kuat di siang hari justru sering memicu terbentuknya awan konvektif. Kondisi ini berpotensi membawa hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hari. (Adv)

Exit mobile version