Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Ceriping Rejosari, Siap Bantu Urus NIB hingga...

KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Ceriping Rejosari, Siap Bantu Urus NIB hingga Sertifikasi Halal

Pendampingan UMKM menjadi langkah nyata mahasiswa KKN dalam mendorong legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, dan peningkatan daya saing produk lokal.

kkn uin ws UMKM ceriping
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 bersama pemilik UMKM ceriping saat mengikuti proses produksi dan berdiskusi mengenai pengembangan legalitas usaha di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal (25/07/2026) (Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 melakukan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ceriping di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan mahasiswa pada proses produksi UMKM sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan produknya. Sebanyak 15 mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi ceriping berbahan dasar singkong, talas, dan pisang yang telah dijalankan selama lima tahun.

Selama kunjungan, mahasiswa mengikuti setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, proses penggorengan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk. Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa mengenai praktik kewirausahaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Hasil observasi menunjukkan bahwa UMKM tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek legalitas usaha, sertifikasi produk, serta pemasaran. Selain itu, proses produksi masih dilakukan secara manual karena belum memiliki tenaga kerja tetap.

Pemilik UMKM, Dhofa, menjelaskan bahwa usahanya belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga pemasaran produk masih terbatas.

“Usaha ini belum memiliki NIB, sehingga belum bisa memasarkan produk ke toko-toko besar. Saat ini pemasarannya masih terbatas,” ujarnya.

Selain belum memiliki NIB, produk ceriping tersebut juga masih dalam proses menuju sertifikasi halal, izin edar, serta belum terdaftar pada layanan Google Maps sehingga jangkauan pemasarannya belum optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 205 berinisiatif memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Program yang akan dilakukan meliputi bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan sertifikasi halal, pengurusan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku, serta membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperluas akses pemasaran produk, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap UMKM ceriping di Desa Rejosari dapat berkembang lebih pesat, meningkatkan nilai jual produk, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Pendampingan ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi desa.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version