
Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti sekitar 100 warga. Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini penyakit tuberkulosis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Posko 16 bersinergi dengan tenaga kesehatan puskesmas dan kader Posyandu untuk membantu kelancaran pelayanan.
Mereka bertugas mendampingi proses pendaftaran peserta, melakukan pendataan riwayat kesehatan, serta membantu proses skrining awal gejala TBC sehingga alur pelayanan menjadi lebih efektif dan tertib.
Keikutsertaan mahasiswa menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Selain memberikan dukungan teknis dalam pelayanan kesehatan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami penanganan isu kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 16 mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan komitmen kampus untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin kehadiran Posko 16 memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan TBC yang dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis, warga tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, maupun asam urat secara gratis, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini TBC agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan Pemerintah Desa Candirejo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadiran mahasiswa membantu memperlancar proses administrasi sehingga tenaga medis dapat lebih fokus memberikan pelayanan dan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada peserta.
Antusiasme masyarakat juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari lansia hingga usia produktif, mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan tertib.
Salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo.
Menurutnya, dukungan mahasiswa dalam proses pendataan dan pendampingan peserta sangat membantu efektivitas pelayanan, terutama saat petugas medis melakukan pemeriksaan fisik maupun tindak lanjut terhadap peserta yang terindikasi memiliki gejala TBC.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tuberkulosis semakin meningkat, sementara kasus-kasus yang ditemukan dapat dideteksi sejak dini sehingga memperoleh penanganan medis secara tepat tanpa menimbulkan stigma negatif.
Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa diharapkan terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat edukasi kesehatan masyarakat, serta mewujudkan Desa Candirejo yang lebih sehat, tanggap, dan sejahtera.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti