Perempuan Harus Mandiri dan Jadi Teladan Keluarga, Ini Makna Hari Kartini Menurut Ria

Ria berharap ke depan ada lebih banyak program pembinaan bagi perempuan, terutama dalam membangun karakter, kemandirian, serta pemahaman nilai-nilai keagamaan.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum penting untuk mengingat perjuangan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan dan peran di masyarakat.

Salah satu tokoh perempuan di Karanganyar, Hj. Ria Ayu Rahayu menilai bahwa semangat Kartini harus terus diterjemahkan dalam kehidupan perempuan masa kini.

Menurut Ria, Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat bahwa perempuan memiliki peran besar tidak hanya di rumah, tetapi juga di ruang sosial dan profesional.

“Perempuan tidak hanya di rumah sebagai ibu rumah tangga. Perempuan juga harus mampu bekerja, berkarya, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Namun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu yang memahami suami dan keluarga,” ujarnya beberapa waktu lalu

Ia menilai perempuan di era modern harus memiliki kemandirian. Hal ini penting agar perempuan mampu menghadapi berbagai kemungkinan dalam kehidupan.

“Perempuan masa kini harus mandiri. Kalau tidak mandiri, ketika suatu saat menghadapi masalah dalam rumah tangga, bagaimana dengan masa depannya. Karena itu perempuan juga harus berpendidikan, berdedikasi, dan bermanfaat bagi orang lain,”terangnya.

Menurutnya, perempuan juga harus mampu menjadi kebanggaan keluarga serta memberi contoh yang baik, setidaknya bagi lingkungan keluarganya sendiri.

Selain aktif dalam keluarga, Ria juga terlibat dalam berbagai organisasi. Saat ini ia menjadi penasihat di Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPMI) Kabupaten Karanganyar, penasihat Muslimat NU Kecamatan Karanganyar, serta penasihat komunitas olahraga Sobat Lawu Karanganyar. Ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Srikandi Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

Di tengah kesibukan organisasi, Ria mengaku tetap berusaha membagi waktu untuk anak. Ia menilai komunikasi dengan anak menjadi hal penting yang harus dijaga setiap hari.

“Anak tetap harus diperhatikan. Minimal setiap hari ada waktu untuk mereka, seperti menemani sebelum tidur, mempersiapkan sekolah, atau sekadar menanyakan kegiatan mereka di sekolah bersama guru dan teman-temannya,” ungkapnya.

Ria juga menyoroti kondisi perempuan Indonesia saat ini, khususnya generasi muda yang menurutnya cenderung konsumtif dan terlalu mengikuti tren gaya hidup.

“Sekarang banyak yang terlalu fokus pada tren dan gaya hidup. Padahal antara penghasilan dan pengeluaran sering tidak seimbang. Yang paling penting sebenarnya adalah mempersiapkan masa depan,” katanya.

Ia berharap ke depan ada lebih banyak program pembinaan bagi perempuan, terutama dalam membangun karakter, kemandirian, serta pemahaman nilai-nilai keagamaan.

“Perempuan adalah fondasi keluarga. Dari seorang ibu lahir generasi penerus bangsa. Jika perempuan dibekali dengan pendidikan, karakter, dan nilai yang kuat, maka itu akan sangat berpengaruh bagi masa depan bangsa,”pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN