Beranda Daerah Kejar Bandar Narkoba, Bripka Bayu Pernah Koma Sepekan

Kejar Bandar Narkoba, Bripka Bayu Pernah Koma Sepekan

Ia pernah mengalami kecelakaan serius hingga koma selama hampir sepekan saat menjalankan tugas mengejar tersangka pengedar narkoba.

Bripka I Gede Bayu Perdana saat bertugas di Papua.
Bripka I Gede Bayu Perdana saat bertugas di Papua. (Foto:ist)

KARANGANYAR, Jatengnews.id — Perjalanan karier Brigadir Kepala (Bripka) I Gede Bayu Perdana, anggota Polres Karanganyar, diwarnai pengalaman berisiko tinggi. Ia pernah mengalami kecelakaan serius hingga koma selama hampir sepekan saat menjalankan tugas mengejar tersangka pengedar narkoba.

Bayu yang bergabung dengan Polri sejak 2010 itu awalnya bertugas di Polda Jawa Tengah, sebelum kemudian berdinas di Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen pada 2011 hingga 2017.

“Saya masuk menjadi anggota Polri atas permintaan orang tua yang juga anggota Polri,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Pria yang akrab disapa Bli tersebut menuturkan, peristiwa paling membekas dalam kariernya terjadi pada awal 2017 saat pelaksanaan Operasi Bersinar di wilayah Kabupaten Kebumen. Saat itu, ia menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Desa Wero, Kecamatan Gombong.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bayu bergerak cepat melakukan pengecekan dan pembuntutan terhadap tersangka yang berada di sebuah kafe. Namun, saat pengejaran berlangsung, tersangka menyadari dirinya dibuntuti dan berusaha melarikan diri.

“Dalam situasi kejar-kejaran itu, tersangka berhasil menyalip sebuah truk. Saya berusaha menyalip, namun dari arah berlawanan muncul mobil warga sehingga terjadi tabrakan,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Bayu mengalami luka serius di bagian kepala dan tidak sadarkan diri selama hampir satu pekan. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto.

Sebagai bentuk perhatian, Kapolres Kebumen saat itu menjenguk langsung dan memberikan dukungan. Bayu kemudian mendapat kesempatan untuk berdinas lebih dekat dengan keluarga.

Dua bulan setelah kejadian, pada 2017, ia dipindahkan ke Polres Karanganyar. Awalnya bertugas di Polsek Tasikmadu, kemudian dipindahkan ke Bagian Humas Polres Karanganyar.

Di bagian Humas, kinerjanya dalam mengelola media sosial dan komunikasi publik menarik perhatian Mabes Polri. Ia kemudian mendapat kesempatan bergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua.

Dalam penugasan tersebut, Bayu ditempatkan di Jayapura dan beberapa wilayah lain seperti Pegunungan Bintang hingga Nduga. Ia terlibat dalam operasi keamanan, termasuk penanganan kasus penculikan pilot asal Selandia Baru oleh kelompok bersenjata.

“Penugasan itu menjadi pengalaman penting karena situasi keamanan di Papua sangat dinamis,” jelasnya.

Atas dedikasinya, Bayu bersama tim Satgas Damai Cartenz, termasuk tim Humas, mendapatkan penghargaan dari Kapolri berupa Pin Emas.

“Pengalaman mulai dari kecelakaan saat mengejar bandar narkoba hingga menjalankan operasi di wilayah konflik menjadi perjalanan panjang yang membekas selama bertugas sebagai anggota Polri,” pungkasnya.(02)

Exit mobile version