Kebakaran Pasar Kanjengan Hanguskan Kios Pedagang, Yuliatun: “Saya Tidak Tahu Lagi Mau Bagaimana”

Seorang pedagang bernama Yuliatun (60) tampak duduk bersama anaknya di sudut barat pasar, meratapi kios pakaian miliknya yang ludes terbakar.

SEMARANG, Jatengnews.id  — Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan pada Rabu (29/4/2026) malam, menghanguskan puluhan kios dan meninggalkan puing-puing tiang besi serta atap seng yang gosong.

Pada Kamis (30/4/2026) siang, suasana duka masih terasa di lokasi. Seorang pedagang bernama Yuliatun (60) tampak duduk bersama anaknya di sudut barat pasar, meratapi kios pakaian miliknya yang ludes terbakar.

Sebagai kepala keluarga, Yuliatun mengaku kehilangan sumber penghidupan utama. Selama ini, ia mengandalkan hasil penjualan pakaian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mungkin ada puluhan juta,” ujarnya lirih saat ditanya mengenai total kerugian.

Ia menceritakan, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah membuat jajanan pasar. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia mendapat kabar dari rekannya bahwa pasar terbakar.

“Jam 11 malam itu tahu-tahu ditelpon teman, katanya pasar sudah habis,” ungkapnya.

Kabar tersebut kemudian dipastikan oleh anaknya yang langsung menuju lokasi sekitar tengah malam.

“Jam 12 anak saya ke sini, benar sudah habis semua, tidak ada yang bisa diselamatkan,” lanjutnya.

Yuliatun mengaku telah berjualan di Pasar Kanjengan selama beberapa tahun terakhir. Namun kondisi pasar yang semakin sepi memaksanya mencari tambahan penghasilan dengan berjualan jajanan pasar dari rumah.

“Saya tidak tahu lagi mau bagaimana, uang saya buat modal di sini sudah banyak,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa biaya awal untuk membangun kios saja mencapai sekitar Rp17 juta, belum termasuk modal barang dagangan.

Sementara itu, pedagang lain, Sukamto, menyebut kebakaran ini menimbulkan kerugian yang bervariasi di kalangan pedagang. Ia sendiri hanya mengalami kerugian sekitar Rp1 juta karena sebagian besar barang dagangannya telah dipindahkan sebelumnya.

“Ada yang uangnya disimpan di sini terbakar, ada yang baru kulakan juga ikut terbakar, jadi nominalnya macam-macam,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi Pasar Kanjengan memang sudah mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir sejak relokasi pedagang dari Pasar Blerok.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang berencana memindahkan para pedagang terdampak ke bagian lain pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan pedagang di lantai tiga dan empat pasar.

“Di Pasar Kanjengan itu bisa menampung 100 sampai 150 pedagang, supaya bisa berjualan kembali,” ujarnya.

Meski demikian, mekanisme pemindahan serta rincian bantuan bagi pedagang masih belum dijelaskan lebih lanjut.

Bagi Yuliatun dan pedagang lainnya, kebakaran ini bukan hanya kehilangan tempat usaha, tetapi juga harapan untuk bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sudah sulit.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN