
SEMARANG, Jatengnews.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Semarang diwarnai aksi unjuk rasa dari berbagai elemen buruh dan mahasiswa, Jumat (1/5/2026).
Massa aksi mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyuarakan tuntutan terkait hak-hak pekerja yang dinilai belum terpenuhi.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi, di antaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), serta buruh media yang tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ).
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa mulai memadati area kantor gubernur sambil membentangkan berbagai spanduk tuntutan. Salah satu slogan yang mencolok berbunyi, “Buruh, Tani, Mahasiswa, Rakyat Miskin Rebut Demokrasi.”
Koordinator KASBI Jawa Tengah, Mulyono, mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah perusahaan terhadap para pekerja. Ia menyebut praktik tersebut merugikan buruh secara signifikan.
“Pengusaha memanipulasi pembentukan pabrik, menonaktifkan BPJS, sementara buruh belum menerima surat PHK. Mereka hanya mendapatkan pesangon sekitar 0,7 persen,” ujar Mulyono saat audiensi.
Selain itu, ia menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan buruh masih menjadi isu utama yang belum terselesaikan hingga kini.
“Banyak buruh yang belum sejahtera,” tambahnya.
Massa aksi akhirnya ditemui oleh Gubernur Jawa Tengah sekitar pukul 15.00 WIB. Pertemuan tersebut berlangsung dalam bentuk audiensi yang melibatkan perwakilan buruh dan mahasiswa guna menyampaikan tuntutan secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian peserta aksi masih mengikuti jalannya audiensi di dalam kantor gubernur, sementara massa lainnya tetap bertahan di luar area sebagai bentuk solidaritas.(02)