Hadapi Krisis Lingkungan Sumanto Dorong Gerakan Penghijauan dari Hulu Sungai

Sumanto menggagas gerakan “Jogo Kali Merawat Bumi” yang berfokus pada penanaman pohon di sekitar aliran sungai.

SOLO, Jatengnews.id – Kerusakan lingkungan yang kian meluas menjadi perhatian serius Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto. Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan dan membutuhkan kepedulian bersama agar tidak memicu bencana yang merugikan masyarakat.

Menurut Sumanto, kerusakan lingkungan terjadi secara bertahap dan sering kali luput dari kesadaran hingga dampaknya terasa nyata, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

“Kesadaran seluruh masyarakat sangat dibutuhkan. Kerusakan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari waktu ke waktu,” ujarnya dalam Dialog Aspirasi Jateng bertema “Menjaga Lingkungan yang Sehat dan Berkelanjutan” di Studio TATV Solo.

Ia menilai kondisi lingkungan saat ini sudah mengkhawatirkan. Salah satu penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan yang terjadi secara masif, baik untuk permukiman, infrastruktur, kawasan industri, maupun kebutuhan pembangunan lainnya. Hal ini dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan berdampak jangka panjang.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat melakukan pelestarian lingkungan belum lama ini. (Foto : Dok DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat melakukan pelestarian lingkungan belum lama ini. (Foto : Dok DPRD Jateng)

Selain itu, perubahan pola cuaca juga menjadi indikator degradasi lingkungan. Curah hujan ekstrem yang memicu banjir hingga kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan semakin sering terjadi. Fenomena rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah juga menjadi bukti nyata.

Sumanto menekankan pentingnya menjaga daerah hulu sebagai langkah strategis. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan penghijauan dengan menanam tanaman keras yang mampu menyimpan air, sehingga keberlanjutan sumber daya air tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi sebelumnya telah mewariskan lingkungan yang lebih baik, dengan sungai yang jernih dan sumber air yang melimpah. Oleh karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memperbaikinya.

Sebagai bentuk nyata, Sumanto menggagas gerakan “Jogo Kali Merawat Bumi” yang berfokus pada penanaman pohon di sekitar aliran sungai. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap pekan di Kabupaten Karanganyar dengan melibatkan relawan dan petani setempat.

“Kami ingin masyarakat ikut terlibat langsung, termasuk menjaga pohon yang sudah ditanam agar bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyoroti ancaman serius di wilayah pesisir utara. Ia menyebut abrasi dan banjir rob telah menyebabkan hilangnya lahan di sejumlah daerah.

Sebagai upaya penanganan, pemerintah bersama berbagai pihak melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir untuk menahan abrasi. Selain itu, penghijauan di daerah hulu juga terus digalakkan, termasuk di kawasan Sungai Tuntang yang terhubung dengan Rawapening.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan daerah aliran sungai harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir agar keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi tetap terjaga. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN