Beranda Daerah Identitas Korban Banjir di Kawasan Industri Candi Semarang Terungkap, Begini Kronologinya

Identitas Korban Banjir di Kawasan Industri Candi Semarang Terungkap, Begini Kronologinya

Hujan yang sangat lebat membuat debit air meningkat drastis hingga menciptakan arus banjir yang sangat kuat

banjir Semarang mengakibatkan wanita menjadi korban
Ilustrasi Tim SAR gabungan membawa jasad korban ditemukan di Sungai Silandak, Kelurahan Purwoyoso RT 02/RW 04, Kecamatan Ngaliyan, Jumat (15/5/2026). (Foto: AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pihak kepolisian akhirnya mengungkap identitas dan kronologi lengkap mengenai seorang wanita yang ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Jumat (15/5/2026) malam.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, menjelaskan bahwa korban diduga kuat hanyut saat melintasi kawasan tersebut di tengah guyuran hujan deras.

Berdasarkan keterangan ayah kandung korban, peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban berangkat dari rumahnya di daerah Perbalan, Purwosari, Semarang Utara, menggunakan sepeda motor Honda Scoopy krem bernomor polisi H 5226 EAA. Korban diketahui hendak menuju ke Kawasan Industri Gatot Subroto (Gatsu), Ngaliyan.

Namun, sesampainya di kawasan Ngaliyan, cuaca buruk melanda wilayah tersebut. Hujan yang sangat lebat membuat debit air meningkat drastis hingga menciptakan arus banjir yang sangat kuat.

“Diduga karena kondisi hujan deras yang ekstrem di kawasan tersebut, korban tidak mampu bertahan dan langsung terbawa arus banjir,” ujar Kompol Aliet.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa, menambahkan bahwa arus deras tersebut langsung menyeret tubuh korban dan membawanya masuk ke dalam aliran sungai. Peristiwa naas ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, tepat saat hujan lebat mengguyur wilayah KIC Krapyak.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran. Setelah melakukan pencarian intensif selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya menemukan korban pada pukul 20.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jasad korban ditemukan di aliran Sungai Silandak, Kelurahan Purwoyoso RT 02/RW 04, Kecamatan Ngaliyan. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 2 kilometer dari titik awal tempat korban dilaporkan hilang.

Proses evakuasi jenazah sempat berjalan dramatis dan terkendala medan yang sulit. Petugas menemukan jasad korban dalam posisi tengkurap dan tersangkut di dekat kandang ayam. Karena akses jalan menuju lokasi sangat sempit, tim SAR terpaksa mengevakuasi jenazah secara estafet hingga mencapai mobil ambulans untuk kemudian dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

“Posisinya tengkurap. Karena aksesnya sangat sempit, tim terpaksa melakukan evakuasi secara estafet,” jelas Mustofa.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia akibat musibah terseret arus.

Berdasarkan data dari pihak kepolisian, berikut adalah identitas lengkap korban banjir tersebut, Nama Lengkap: Kurnia Suci Marsella. Jenis Kelamin: Perempuan. Tempat, Tanggal Lahir: Semarang, 21 Maret 2004 dan Alamat Tinggal: Perbalan, Purwosari, Semarang Utara. (01).

Penulis: Muhammad Kamal
Editor: Shodiqin

Exit mobile version