
Demak, JatengNews.id– Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 19 menggelar sosialisasi pembuatan spray anti nyamuk alami berbahan dasar sereh di Desa Mandung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini diikuti ibu-ibu PKK setempat dengan penuh antusias.
Menariknya, para peserta hadir mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi perempuan yang diwariskan R.A. Kartini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN UIN Walisongo sekaligus edukasi pemanfaatan bahan alami ramah lingkungan.
Acara diawali dengan pembacaan Maulid Barzanji dan tahlil bersama yang dipimpin oleh Ibu Duriyatun. Suasana religius dan hangat terasa sepanjang kegiatan yang turut mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat Desa Mandung.
Dalam sambutannya, Ibu Lurah Desa Mandung menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Kartini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait kemandirian perempuan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Semangat Kartini bukan hanya tentang kebebasan perempuan, tetapi juga tentang kemandirian dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 19, Adel, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapannya melalui inovasi ini dapat menjadi pengetahuan baru yang nantinya bisa diterapkan di rumah masing-masing,” katanya.
Pada sesi utama, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman sereh sebagai bahan alami pengusir nyamuk. Kandungan citronellal dan geraniol dalam sereh diketahui efektif membantu mengusir nyamuk secara alami dan lebih aman dibandingkan bahan kimia.
Selain mudah ditemukan di pekarangan rumah, penggunaan sereh juga dinilai lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Kegiatan semakin interaktif saat memasuki praktik langsung pembuatan spray anti nyamuk alami. Mahasiswa memandu peserta mulai dari proses pembersihan batang sereh, perebusan, penyaringan, hingga pengemasan cairan ke dalam botol spray.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari daya tahan produk, teknik penyimpanan, hingga kemungkinan penggunaan bahan alami lainnya.
Salah satu kader PKK Desa Mandung, Bu Akhadah, mengaku senang dengan adanya inovasi tersebut.
“Sosialisasi pembuatan spray anti nyamuk sangat bagus karena belum pernah dilakukan di Desa Mandung. Jadi, termasuk terobosan baru sebagai upaya pencegahan nyamuk,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta mendapatkan satu botol spray anti nyamuk sereh hasil produksi bersama untuk digunakan di rumah masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembuatan konten kreatif untuk publikasi media sosial.
Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas dalam memanfaatkan bahan alami sebagai solusi kesehatan lingkungan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 19 berharap ibu-ibu PKK Desa Mandung dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di tengah masyarakat.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti